Frequently Asked Questions: Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia

Halo, sudah sekitar 3 tahun yang lalu saya membuat tulisan tentang impresi dan pengalaman yang  didapatkan setelah masuk ke HI UI. Kemudian setelah itu komen saya pun dipenuhi oleh banyak sekali adik-adik yang penasaran dengan HI, terutama HI UI.

Sayangnya saya tidak dapat membalas satu persatu komen yang masuk dikarenakan kesibukan dan juga mood membuka blog yang cukup naik turun. Tapi sekarang saya sudah memasuki semester terakhir dan sedang menunggu waktu sidang skripsi. Di sela waktu saya yang cukup senggang, rasanya saya ingin membuat sebuah tulisan khusus. Tulisan yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan yang kerap kali muncul tentang HI UI. Mari disimak!

  • Apakah anak IPA bisa masuk HI?

Jawabannya cukup simple, bisa. Bahkan di angkatan saya sendiri mungkin setengahnya merupakan anak IPA. Satu hal yang perlu dipastikan adalah kalian dapat lolos seleksi masuk HI, entah dengan SNMPTN, SBMPTN, atau SIMAK. Bahkan ada saja kok yang dari IPA berhasil masuk via jalur SNMPTN atau dulu lebih dikenal sebagai SNMPTN Undangan.

  • Kalau anak Bahasa?

Sama saja seperti yang saya sebutkan diatas. Asal bisa lolos seleksi masuk, no worries.

  • Apa yang harus dipelajari agar dapat masuk HI UI?

Pelajaran khusus rasanya tidak ada. Kalau konteks pertanyaannya apa yang harus dipelajari untuk masuk HI UI, maka pelajarilah segala jenis pelajaran yang diuji pada saat seleksi masuk. Kalau kalian anak IPA atau Bahasa, maka kalian harus belajar mata pelajaran IPS agar dapat diterima dalam seleksi masuk. Setahu saya, untuk seleksi masuk HI UI itu yang diujikan memang mata pelajaran IPS.

  • Tapi kalau sewaktu masuk HI UI apa saja yang benar-benar harus dipelajari agar tidak kaget? Apa saya harus bisa banyak bahasa?

Nope, kamu tidak harus bisa banyak bahasa. Di HI UI yang paling penting hanyalah bisa menguasai bahasa Inggris karena semua bahan perkuliahan akan dalam bahasa Inggris. Tidak begitu lancar pun tidak masalah karena lama-kelamaan juga akan menjadi terbiasa dan kemampuan bahasa Inggrisnya meningkat. Kami tidak direkomendasikan membaca buku terjemahan karena maknanya akan berbeda. Untuk perkuliahan sendiri menggunakan bahasa Indonesia, begitu pula dengan tugas juga dikerjakan dengan bahasa Indonesia. Untuk tugas, akan banyak review dan makalah yang perlu dikerjakan. Jadi kurang tidur adalah hal yang lumrah.
Sebenarnya tidak ada yang perlu dipersiapkan secara khusus menurut saya. Ketika kalian nantinya memasuki HI UI kalian akan tahu apa yang harus kalian lakukan agar bisa terbiasa dengan kultur pembelajaran di HI UI. Dosen pun tidak akan langsung menuntut kalian macam-macam. Mungkin mereka hanya akan meminta kalian membaca banyak sejarah atau berita terkini. Ya, HI UI sangat erat dengan sejarah, terutama sejarah dunia. Untuk relate ke suatu fenomena terbaru pun harus diingat pula ke sejarahnya karena mungkin ada benang merahnya.

  • Tapi apakah akan ada kelas khusus bahasa asing?

Another nope. Tidak akan ada kelas khusus bahasa asing dalam mata kuliah HI UI. Tapi kebanyakan teman-teman dan saya secara pribadi memutuskan untuk mengambil kelas bahasa asing di tempat les. Kami merasa sekarang menguasai bahasa Inggris bukan daya jual utama dan perlu daya jual lain. Oleh karena itu kami memutuskan untuk mengambil les bahasa asing. Beberapa bahasa yang cukup jadi tren adalah Bahasa Korea, Bahasa Jepang, Bahasa Perancis, Bahasa Spanyol, dan masih banyak lagi.

  • Ada berapa orang yang diterima di HI UI?

Ini sangat tergantung dengan keputusan universitas dan departemen HI UI. Selama saya berkuliah di HI UI pun jumlah bervariasi. Angkatan 2010 lebih kurang 60-an orang, 2011 sebanyak 41 orang, 2012 lebih kurang 40 orang, 2013 lebih kurang 38 orang, sementara 2014 sekitar 50-an orang. Tapi menurut saya sendiri melihat proporsi jumlah pengajar di HI UI, maka 40-an orang adalah jumlah yang ideal.

  • Masuk HI UI apakah ada beasiswa?

Di UI berbagai jalur beasiswa untuk yang kurang mampu atau bisa juga dengan meminta pengurangan biaya. Untuk mendapatkanya pun perlu dilewati beberapa proses. Untuk program-programnya secara spesifik bisa ditanyakan ke BEM UI atau BEM FISIP, terutama ke bagian Adkesma yang dapat membantu menjawab pertanyaan para calon mahasiswa baru terkait beasiswa.

  • Untuk masuk HI UI lewat jalur SNMPTN berapa nilai rata-rata rapor yang diperlukan?

Ini menurut saya tidak dapat dispesifikan berapa. Saya lupa rata-rata saya berapa, seingat saya sekitar diatas 8.5. Tapi untuk diterima atau tidaknya benar-benar tergantung pihak UI, terutama merujuk juga ke reputasi sekolah asal.

  • Apakah kakak waktu SMA merupakan siswi prestatif dan banyak sertifikat sampai bisa diterima SNMPTN Undangan?

Hahahaha tidak. Seingat saya, saya cuma beberapa kali mengikuti lomba bahasa Inggris dan ekonomi. Tidak ada satupun yang jadi juara. Jadi jangan khawatir.

  • Setelah masuk HI UI, nantinya apa saja yang akan dipelajari?

Jadi sebenarnya dulu di HI UI ada peminatan. Tapi program peminatan tersebut berakhir di angkatan 2008. Sekarang memang tidak ada peminatan, tapi masing-masing mahasiswa diminta untuk mengarahkan dirinya sendiri ke berbagai mata kuliah yang sesuai minat mereka. Ada 3 cluster di HI UI, yaitu Pengkajian Strategis (Keamanan Internasional), Ekonomi Politik Internasional, dan Masyarakat Transnasional. Agar lebih mudah menggambarkan masing-masing cluster maka saya akan menjabarkan beberapa mata kuliah dan apa yang dipelajari di mata kuliah masing-masing cluster. Saya sendiri memutuskan untuk mengarahkan diri saya sebagai “anak Pengstrat” karena setelah mengambil ketiga kelas teori dari masing-masing cluster saya melihat bahwa minat saya memang ke kajian keamanan dan pertahanan. Beberapa yang saya pelajari dari cluster Pengstrat adalah perang (misal: taktik dan strategi perang), terorisme, institusi kemanan Internasional, komunitas keamanan ASEAN, dinamika kekuatan global, sistem persenjataan Indonesia, revolusi sistem persenjataan, dan masih banyak lagi. Sementara untuk mereka yang lebih menyukai isu-isu ekonomi akan ada beberapa kelas seperti institusi perdagangan internasional, institusi keuangan, MNC, Pembangunan Asia Timur, dll. Terakhir untuk mereka yang menyukai isu-isu humanis maka biasanya mereka akan mengambil kelas-kelas masyarakat transnasional, seperti migrasi global, gender, institusi lingkungan global, dinamika HAM, dll. Kalau tidak salah, mengapa peminatan secara spesifik sudah tidak ada karena isu dalam HI dapat beririsan antara satu cluster dengan yang lainnya. Misalnya ketika membicarakan “Perdagangan Senjata”, maka isu tersebut bisa termasuk ke dalam dua cluster, yaitu Pengstrat dan Ekopolin. Tapi di luar berbagai kelas spesifikasi cluster tersebut, terdapat berbagai kelas kawasan yang dapat diambil. Misalnya saya sendiri karena tidak ingin mengambil kelas cluster lain, maka lebih memilih mengambil banyak kelas kawasan seperti Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan AS, Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Cina, Dinamika Kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, Dinamika Kawasan Afrika dan Timur Tengah, dll.

  • Apakah di HI akan belajar matematika?

Setiap mahasiswa di HI bahkan FISIP akan bertemu dengan statistika sosial. Maka saya konsiderasikan mata kuliah tersebut sebagai “pertemuan dengan matematika”. Jika kalian nantinya melakukan berbagai penelitian dengan metode kuantitatif, maka itulah “pertemuan dengan matematika”. Tapi secara umum tidak banyak unsur matematika. Mungkin hanya ada sejumlah teori yang membuat nantinya kalian harus bertemu dengan matematika.

  • Pengen masuk HI tapi saya tidak suka politik. Bagaimana ya?

Awal-awal mungkin kalian memang merasa tidak suka dengan politik. Tapi kemungkinan bahwa fakta itu berbalik ketika kalian memasuki HI bisa saja terjadi. HI sangat lekat dengan politik. Kalau pada akhirnya kalian ternyata tetap muak dengan politik, maka saya sarankan untuk berpindah haluan jurusan saja. HI tidak dapat dipisahkan dengan politik. Bahkan awalnya Departemen HI itu sebenarnya bagian dari Departemen Ilmu Politik. Banyak sekali mata kuliah yang memiliki nama yang hampir sama dengan mata kuliah di Departemen Ilmu Politik.

  • Apakah anak HI harus jago debat?

Tidak juga. Memang banyak anak HI UI yang aktif dalam lomba debat atau MUN. Tapi banyak juga sebagian dari mereka yang memilih untuk tidak aktif di keduanya dan hanya aktif dalam organisasi atau memperbanyak menulis. Tapi kalau tidak jago debat bukan berarti kalian tidak suka bersosialisasi kan? Kenapa bertanya begitu? Karena menurut saya kunci utama kesuksesan anak-anak HI adalah kemampuan dalam bersosialisasi. Tak perlu jago debat, asal bisa bersosialisasi dan menantang diri sendiri saja.

  • Kalau lulus HI UI, apakah prospek kerjanya hanya terbatas pada diplomat? Peluang kerjanya apa saja?

Jujur-jujuran, kalau masuk HI UI menurut saya diarahkan lebih kepada menjadi akademisi. Awal masuk HI UI memang banyak yang bilang ingin menjadi diplomat atau masuk Kemlu. Tapi lama-kelamaan karena melihat realita bahwa proses masuk Kemlu sulit dan gaji awal diplomat tidak terlalu besar, banyak pula yang berpindah haluan. Lulusan HI sebenarnya sangat fleksibel ketika lulus, mungkin karena sebenarnya berbagai keahlian seperti analisis dan public speaking sudah dikuasai semasa kuliah. Beberapa tren pekerjaan yang cukup digandrungi anak HI UI adalah konsultan, analis, Public Relations, jurnalis, peneliti, dosen, bekerja untuk NGO, bekerja untuk MNC, human resources, dll.

  • Referensi universitas lain untuk jurusan HI?

Kalau ingin masuk HI sebenarnya memang tidak harus di HI UI saja. Ada sejumlah pilihan universitas lainnya. Beberapa yang cukup familiar bagi saya adalah: UNPAD, UGM, Parahyangan, UPH, BINUS, Paramadina, dan masih banyak lagi.

  • Apakah sekarang kakak menyesal masuk HI UI?

Tidak. Saya sama sekali tidak menyesal karena ternyata saya dibukakan preferensi baru untuk dunia pasca kuliah. Pasca kuliah saya merencanakan untuk langsung berkuliah lagi karena saya hendak menjadi peneliti atau dosen. Sementara saya juga menemukan dunia yang benar-benar saya sukai, yakni kajian terorisme dan Timur Tengah. Sekarang pun saya sedang berusaha mengulik lebih dalam lagi tentang persenjataan. Menurut saya dunia baru ini adalah dunia yang jarang dimintai oleh orang lain dan mungkin akan membawa saya kepada suatu kesempatan yang jarang dijumpai pula.

Sekian tulisan saya atas segala pertanyaan yang memenuhi komen saya selama tiga tahun belakangan. Jika ada pertanyaan lebih lanjut silahkan kontak ke twitter @ayaelectro .

2 thoughts on “Frequently Asked Questions: Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia

  1. terimakasih banyak, kak buat informasinya, ini sangat membantu. Saya juga pengen masuk HI kak, tapi kurang pd sama kemampuan bahasa inggris saya… ya sebenernya bisa dipelajar pelan pelan seperti kata kakak tad, cuman yaa.,takutnya sayanya yang gak bisa menyesuaikan diri, jadi masih bingng deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s