Hobi adalah Musibah

Hari ini saya mau berbagi sedikit pemikiran,

Mungkin kalian pikir ini bahasannya agak klasik

Tapi rasanya pembahasan ini gak akan pernah ada habisnya untuk dibahas

Saya mau berbicara soal hobi atau mungkin kita menyebutnya sebagai kegemaran

Setiap individu pastinya punya kegemarannya masing-masing

Tapi terkadang terlalu sulit untuk menyatakan apa yang kita suka karena semua itu hanya bisa kita pahami sendiri

Kalau saya sih menyebut kegemaran atau hobi itu sebagai musibah.

Kenapa musibah?

 

Hobi itu sebuah musibah karena dengan adanya hobi hanya membuat kita terlihat di mata orang lain. Terkadang hobi itu hanya dapat dimengerti oleh diri kita sendiri atau teman-teman yang berada dalam satu komunitas hobi yang sama. Tapi untuk orang lain, rasanya hobi kita hanya akan menjadi anomali.

Disini saya juga melihat, hobi-hobi yang mainstream pun bisa saja terlihat aneh oleh saya yang tidak mengerti kenapa mereka bisa menyukai hal-hal tersebut. Sebut saja hobi akan sepakbola atau hobi menonton F1 atau MotoGP. Untuk saya yang tidak memiliki minat dalam dua bidang tersebut, jelas saja keduanya terlihat cukup aneh untuk menjadi konsumsi sehari-hari. Kenapa aneh? Ya aneh aja melihat orang-orang tak hentinya menonton pertandingan selama 90 menit, melihat satu bola bergulir dari satu tempat ke tempat lain, atau melihat orang rela merogoh kocek sedemikian dalam untuk membeli Jersey official atau mengejar hingga stadion klub kesukaan masing-masing. Kemudian F1 atau MotoGP, kok ya mereka kuat menonton orang-orang nyetir atau naik motor hingga lebih dari 50 putaran. Padahal track nya akan tetap sama seperti itu, posisinya paling tidak berubah banyak, ya kadang mungkin ada juga kecelakaan tidak diduga. Buat saya, semua hal itu mungkin saja menarik tapi tidak sampai mencapai tahap sangat menarik. Jadi saya asumsikan, hobi orang lain itu aneh. Ada lagi hobi-hobi lainnya yang bisa dibilang aneh bagi saya, misalnya hobi mengumpulkan perangko atau hobi motor gede. Hobi kok ya mengumpulkan perangko, lalu perangko nya mau diapakan setelah dimiliki, tidak akan digunakan juga untuk mengirim surat. Lalu hobi motor gede, bagi saya hanya mereka yang “gila” akan hobi mereka yang mau mengeluarkan uang yang setara dengan pembelian rumah. Padahal motor gede tidak bisa buat tinggal, kalau hujan ya kehujanan juga, tidak ada atapnya.  Aneh kan?

Tapi hobi saya pun jelas terlihat sangat aneh di mata orang lain. Hobi saya apa? Hobi saya sangat terkait musik terutama musik yang menyentuh Japanese culture. Saya seorang peminat dari idol group dan juga musisi-musisi Jepang lainnya. Saya akui hobi saya ini akan terlihat sangat aneh di mata orang lain. Tweet intensif tentang idol atau musisi Jepang. Menghabiskan uang demi membeli CD dan merchandise-merchandise original langsung dari Jepang. Menghabiskan uang untuk membeli foto-foto idol kesukaan yang bahkan tidak bisa bergerak dan hanya bisa dijadikan sebatas pajangan atau kumpulan tidak berguna di dalam album foto. Melihat pertunjukan dengan basis pertunjukan harian selama 2 jam lebih dan lagu yang ditampilkan pun sama setiap harinya. Menghabiskan uang hanya untuk mendapatkan suka cita ketika berhasil mendapatkan respon baik selama 10 detik bergenggaman tangan dengan idol kesukaan. Benar-benar hobi yang bagi sebagian orang dapat dikatakan sebagai hobi yang hilang akal. Tetapi hobi-hobi tersebut menjadi rasional untuk saya, hobi tersebut menjadi sweet escape di tengah kegundahan dan kesibukan selama kuliah. Saya menilai semua yang aneh itu menjadi sebuah kesenangan dan nilai estetika yang saya nikmati. Saya menikmati dua jam yang saya habiskan di dalam teater dengan basis show harian, saya menikmatinya ibarat sebuah karaoke. Melantunkan lagu-lagu favorit sambil melihat idola saya menampilkannya secara langsung. Walaupun terkadang saya hanya fokus terhadap idola yang paling saya gemari. Saya menikmati setiap detik yang saya gunakan untuk mengobrol dengan idol kesukaan saya walaupun saya tau bahwa setiap lembar tiket sama dengan berlembar-lembar rupiah yang perlu saya kerahkan. Saya juga siap berlompat kesenangan ketika saya tahu bahwa saya berhasil mendapatkan koleksi foto idol kesukaan saya walaupun saya tau nantinya hanya akan teronggok tak berarti dalam foto album. Tapi nantinya saya dapat dengan bangga memperlihatkan koleksi album foto saya, terutama apabila koleksi foto yang saya miliki adalah koleksi foto yang langka. Semakin saya jelaskan, saya berasumsi bahwa kalian akan melihat hobi ini semakin aneh. Aneh buat kalian, tapi tidak aneh untuk saya.

Jadi saya berasumsi bahwa memang hobi itu adalah musibah. Musibah bagi kita karena orang lain hanya akan melihat kita sebagai orang aneh atau freak. Aneh dan sulit untuk dipahami. Aneh karena mau merogoh kocek lebih dalam padahal uangnya dapat digunakan untuk membeli pakaian bagus, sepatu yang sedang ngetrend, atau gadget mahal. Tapi kepuasan yang didapatkan ketika mendapatkan apa yang sesuai dengan hobi kita merupakan kepuasan yang tidak dapat didefinisikan dengan kata-kata. Hanya diri kita sendiri yang dapat mengerti. Tidak perlu menjelaskan ke orang lain ketika kalian dibilang aneh. Kita hanya perlu menjawab, “yang penting hobi ini fun dan bisa buat gw seneng.”. Tidak perlu jawaban lebih. Semakin anda jelaskan, maka semakin sulit orang lain untuk mengerti. Hobi itu memang musibah, tapi musibah yang indah bagi diri kita secara personal. Musibah yang dapat membawa kita ke lembaran baru, musibah yang dapat memberikan inspirasi, musibah yang perlu disyukuri. 

One thought on “Hobi adalah Musibah

  1. bener banget, Yaaa!! orang yg punya hobi emang aneh sih.. tapi karena tiap orang pasti punya hobi brarti semua orang aneh (dg ciri masing2), jadi…. yaaa gak aneh HAHA :V

    P.S.
    btw, gue merasa kecolek pas lo bahas sepakbola HAHA sorry yak suka nyampah di timeline dg komen2 bola

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s