Kebangkitan Nasional. Pudarnya Terminologi Nasional.

Mungkin sudah terlambat jika ingin menulis perihal arti kebangkitan nasional untuk saya.

Tapi rasanya sudah lama saya tidak membahas tentang kebangkitan nasional, terlambat pun tidak saya jadikan hambatan utama.

Masih sangat lekat di ingatan saya, ketika dulu seseorang yang sedang blogwalking pada tahun 2008 silam menantang saya untuk membuat tulisan terkait tokoh Kebangkitan Nasional.

Waktu itu saya masih SMP dan baru akan menginjakkan langkah saya ke tingkat SMA. Dulu dengan minimnya ilmu pengetahuan dan gaya sok tahu anak SMP saya, saya berhasil membuahkan tulisan tentang 10 Tokoh Kebangkitan Nasional. Tak diduga-duga, tulisan tersebut hingga sekarang berhasil menjadi Top Post blog saya selama bertahun-tahun. Padahal saya terbilang sangat sok tahu, bahkan menyematkan nama Susi Susanti ke dalam 10 tokoh tersebut.

Sekarang saya sudah beranjak semakin dewasa dan menjadi mahasiswi Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Menginjak akhir semester 4. Saya akan berusaha menuliskan apa arti kebangkitan nasional untuk saya saat ini. Pastinya dengan gaya sok tahu lagi. Gaya sok tahu yang mungkin tidak bisa diterima sebagian banyak orang.

Lalu, Apakah arti kebangkitan nasional?

Jika dilihat dari jejak historis, maka kebangkitan nasional merupakan sebuah peringatan akan hadirnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme dalam tubuh bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang dulunya terpecah-pecah dan terkotak-kotak dengan hanya memajukan kepentingan individu maupun etnis nya akhirnya mulai menginisiasikan munculnya organisasi-organisasi yang berusaha menggerakkan semangat perjuangan melawan penjajahan. Jika ditelaah kembali, memang kebangkitan nasional diperingati bertepatan dengan lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Tidak akan ada peringatan hari kebangkitan nasional tanpa lahirnya organisasi tersebut. Boedi Oetomo menjadi cikal bakal kelahiran organisasi pergerakan nasional. Walaupun awalnya Boedi Oetomo tidak ditujukan sebagai organisasi politik, melainkan hanya sebagai organisasi yang bergerak pada bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Apabila dilihat dalam kajian historisnya, maka dulu kemunculan organisasi-organisasi tersebut berguna untuk memunculkan semangat perjuangan untuk melawan para penjajah. Organisasi-organisasi tersebutlah yang kemudian membakar semangat perjuangan demi meraih kemerdekaan. Organsasi-organisasi tersebutlah yang kemudian mempersatukan berbagai golongan ke dalam suatu wadah yang sama. Satu tujuan yang sangat jelas, menghirup nafas kemerdekaan dari belenggu kolonialisme.

Lalu bagaimana kondisi saat ini?

Menurut pandangan saya, entah ini pandangan subyektif ataupun tidak, saat ini kemunculan organisasi-organisasi atau partai politik hanyalah untuk memajukan interest atau kepentingan golongan serta kelompok semata. Dulu memang jelas, ketika Indonesia belum berhasil meraih kemerdekaannya, maka organisasi kepemudaan ataupun organisasi lainnya berjuang untuk meraih kemerdekaan dari para kolonial. Namun saat ini kondisi sudah berbeda, Indonesia telah berhasil meraih kemerdekaannya. Indonesia saat ini dihadapkan pada tantangan-tantangan kontemporer yang semakin mencekik. Tantangan untuk menghadapi arus globalisasi dengan bijaksana dan juga tantangan untuk mempertahankan integrasi nasional. Mari telaah kembali poin pada integrasi nasional, menurut pandangan pribadi saya, integrasi nasional tersebutlah yang saat ini sedang terkikis dan semakin berkarat. Sebut saja beberapa organisasi pemuda, saya tidak ingin menyebutkan nama-nama nya disini. Tapi saya berpendapat bahwa kebanyakan organisasi pemuda, baik yang bergerak dalam bidang community development ataupun juga kelompok pemuda semi-politis sebenarnya pada akhirnya memiliki bentuk kegiatan yang sama. Satu-satunya yang saya tangkap dari setiap kegiatan tersebut adalah bagaimana meraih perhatian banyak orang, bagaimana dapat meraih meraih prestise, dan bagaimana pada akhirnya dapat menempatkan organisasi tersebut berada pada level atau tingkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan organisasi pemuda lainnya. Bagaimana pada akhirnya organisasi tersebut dipandang oleh mereka yang telah memiliki nama besar. Saya secara personal tidak melihat semangat perjuangan kebangsaan yang dibawa di dalamnya. Cerminan yang saya lihat dalam setiap kegiatannya adalah bagaimana membesarkan nama dari masing-masing organisasi tersebut. Bagaimana pada akhirnya organisasi tersebut berhasil menjadi trending topic para pemuda Indonesia di social media. Bagaimana organisasi yang mereka bangun bisa mendapatkan media coverage, walaupun hanya menjadi penggembira di beberapa acara talkshow televisi. Sangat disayangkan ketika organisasi-organisasi pemuda yang kebanyakan memiliki tujuan dan bentuk kegiatan yang setipe tersebut tidak memiliki inisiatif untuk bergabung. Alangkah lebih baik jika memang memiliki kegiatan dan tujuan yang serupa agar mereka membentuk organisasi gabungan, dimana apabila menjadi kelompok kolektif maka akan lebih mudah pula dalam proses pencapaian tujuan yang katanya bertujuan untuk memajukan bangsa. Tetapi kembali lagi, inisiatif tersebut tidak akan pernah muncul apabila masing-masing kelompok hanya mementingkan prestise pribadi dan juga egosime individu. Jika hanya bertujuan untuk mencari nama dan membesarkan nama masing-masing, lalu untuk apa menggemborkan ide semangat perjuangan memajukan nasib bangsa dan negara?

Belum lagi partai-partai politik yang menjadi jembatan antara pemerintahan dan rakyat lebih mengedepankan pemenangan kelompok mereka di ajang pemilu. Partai memang ditujukan untuk mengakomodasikan kepentingan-kepentingan kelompok yang pada akhirnya akan diintegrasikan dan didiskusikan kemudian di tingkat pemerintahan. Namun apakah tujuan ideal yang disebutkan tersebut dapat direalisasikan? Sayangnya tidak. Kebanyakan partai politik hanya berpikir keras dan memutar otaknya untuk mempertahankan supremasi politiknya di tatanan pemerintahan. Masyarakat semakin tidak percaya akan adanya suara representatif mereka di tingkat pemerintahan. Maka tidak heran apabila angka partisipasi politik masyarakat ketika pemilu tidaklah meningkat, malah cenderung buruk. Mengapa saya berani mengatakan begitu? Saya masih ingat ketika saya mengikuti kelas Pengantar Ilmu Politik sewaktu semester 1. Dosen saya adalah dosen dari Departemen Ilmu Politik, beliau secara tegas menyatakan bahwa beliau dan beberapa dosen politik lainnya tidak mengikuti proses pemilu. Mengapa? Beliau mengatakan bahwa dengan semakin meningkatnya pemahaman mereka terhadap partai-partai politik maupun para kandidat membuat mereka semakin enggan untuk memilih. Jikalau anda mengargumentasikan Singapura dan Amerika Serikat sebagai contoh negara yang cenderung makmur walaupun tanpa angka partisipasi politik yang tinggi, maka anda membandingkan dua hal yang jauh berbeda. Masyarakat di Singapura dan Amerika Serikat memang partisipasi politiknya tidak tinggi, namun hal tersebut dikarenakan mereka telah puas terhadap struktur dan tatanan yang telah ada. Sehingga apapun hasilnya, mereka akan tetap puas terhadap order baru yang terbentuk. Namun berbeda dengan Indonesia, masyarakat Indonesia yang semakin terpelajar akan semakin paham. Mereka semakin tahu keburukan di dalam setiap entitas politik tersebut. Muncul ketidakpuasan-ketidakpuasan yang membuat angka partisipasi politik masyarakat semakin menurun.

Lalu apakah arti kebangkitan nasional masih sama?

Masih mengartikan kebangkitan nasional sebagai semangat perjuangan bersama?

Masih peduli terhadap makna sebenarnya kebangkitan nasional?

Masih ingin berjuang bersama?

Masih peduli integritas bangsa?

Masih mengedepankan egosime pribadi?

Mari intropeksi diri masing-masing, dan refleksikan kembali arti kebangkitan nasional yang dulu dimunculkan oleh para tokoh perjuangan yang berjuang sekuat tenaga mereka, mempertaruhkan segala hal demi kehidupan yang kita nikmati sekarang.

One thought on “Kebangkitan Nasional. Pudarnya Terminologi Nasional.

  1. Mari intropeksi diri masing-masing, dan refleksikan kembali arti kebangkitan nasional yang dulu dimunculkan oleh para tokoh perjuangan yang berjuang sekuat tenaga mereka, mempertaruhkan segala hal demi kehidupan yang kita nikmati sekarang

    mari, kita adalah pejuang masa kini, mari berjuang sekuat tenaga untuk meujudkan kejayaan Indonesia😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s