Great Journey :)

Hai.

Tulisan kali ini masih seirama dengan tulisan sebelumnya, saya masih ingin bernostalgia.

Tapi kali ini ingin lebih bernostalgia bagaimana perjalanan saya mengikuti perkembangan dari para adik-adik menari, 2nd generation.

Masih sangat jelas diingatan saya, ketika pertama kali mendengar akan adanya 2nd generation, saya termasuk ke dalam orang yang antipati akan kehadiran mereka. Namun, bukan berarti saya menolak keberadaan mereka. Tetapi sangat jelas, ada keengganan untuk mengikuti perjalanan mereka yang ditayangkan melalui layar kaca. Untuk saya, lebih baik saya mengenal mereka secara langsung di teater. Agak malas melihat kepalsuan yang direncanakan, skenario semata. Saya sama sekali tidak pernah melihat perjalanan mereka selama menjadi finalis yang ditayangkan di televisi. Pertama kali saya mengenal 2nd generation adalah ketika mereka hadir sebagai backdancer di setlist Pajama Drive yang dibawakan oleh generasi pertama. Ketika pertama kali melihat mereka, bisa dibilang saya punya first impression yang cukup buruk terhadap mereka. Gerakan mereka yang sangat kaku cenderung mengacaukan unit song Junjou Shugi. Tapi saya merasa masih bisa memahami hal tersebut, mengingat jam terbang mereka yang masih sangat minim. Namun tidak dapat dipungkiri, saya kecewa. Tetapi ketika jikoushoukai backdancer ada yang menarik perhatian saya, mungkin karena orang tersebut tidak menutup-nutupi dirinya dan mencoba apa adanya. Grasak-grusuk dan rusuh tapi menyenangkan untuk dilihat, itu kesan pertama yang saya dapatkan dari salah satu 2nd generation tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, namanya adalah Rona. Pikiran yang terlintas pertama kali, saya sempat memikirkan untuk menimbang Rona sebagai member yang akan saya dukung di 2nd generation. Tapi semua hanya sepintas saja, tidak dilanjutkan karena seketika saya pun lupa. Masih melekat dengan oshimen di generasi pertama. Kali kedua saya melihat 2nd generation adalah ketika special event tahun baru di teater. Kali itu saya tidak begitu melihat masing-masing mereka, bahkan ketika mereka membawakan Heavy Rotation dengan seifuku kuningnya. Bagi saya mereka terlihat sebagai tempelan semata, tidak ada yang spesial. Seakan-akan mereka hanya menjadi bayang-bayang yang tidak penting di belakang para generasi pertama. Yang saya ingat beberapa terlihat leluasa memperlihatkan sifat asli mereka, misalnya adalah Novinta. Tidak segan-segan baginya untuk menggila bersama selama event. Hal tersebut cukup menghibur. Tapi lagi-lagi, hanya seperti tempelan dan bayang-bayang.

 

Saya pun cukup beruntung ketika di teater diumumkan bahwa 2nd generation akan mulai membawakan setlist Pajama Drive terhitung 11 Januari 2013. Terlihat raut wajah terharu dan gembira dalam waktu yang bersamaan, walaupun saya tahu pasti sebenarnya mereka sudah mengetahui hal tersebut sebelumnya. Ah, saya pikir tidak akan ada tendensi dari saya untuk menonton show mereka. Walaupun saya cukup penasaran, tapi tidak terlalu ingin menonton. Sewaktu account twitter mereka dibuka pun, orang pertama yang saya follow dari 2nd generation adalah Rona, saya pun ikut menyapanya dari twitter. Selebihnya saya tidak follow yang lain. Generasi pertama pun yang saya follow hanya dua orang saja. Sejauh itu yang saya tahu hanya Rona dan tidak ada niatan mencari tahu yang lain. Saya masih ingat  dulu ketika saya tidak ada niatan untuk menonton show teater 2nd generation. Tapi beberapa saat sebelum waktu penutupan aplikasi untuk menonton shonichi 2nd generation, ada sesuatu yang menggerakkan saya untuk akhirnya mengirimkan email. Benar-benar tidak tahu apa yang menggerakkan, mungkin intuisi, atau mungkin hanya perasaan penasaran semata. Masih sangat jelas diingatan saya, hari itu di hari Jumat. Saya menduduki bangku biru di pojok kiri. Agak kurang terlihat keseluruhan stage. Tapi cukup nyaman untuk menikmati show dari situ. Show dimulai, yang saya cari pertama kali adalah dimana member yang saya kenal. Akhirnya saya pun melihat Rona di stage. Tak lama saya pun skimming beberapa member yang ada hari itu. Sepanjang empat lagu pertama saya tidak mampu melihat Rona secara terus menerus. Tetapi ketika lagu Gokigen dimulai, ada satu member yang menarik perhatian saya dari kejauhan. Dia berada di pojok kiri, terlihat sedang tersenyum dan senyuman tersebut sangatlah khas. Entah kenapa. Dan entah kenapa lagi, mata saya akhirnya mengikuti kemana pun orang tersebut bergerak. Saya tidak tahu namanya. Sama sekali tidak tahu namanya. Tapi saya penasaran. Sangat penasaran. Lagu ketiga berakhir, saya tetap mengikuti pergerakan orang tersebut. Beranjak ke lagu keempat dan saya makin penasaran. Rasanya tidak sabar menunggu waktu jikoshoukai, saya ingin tahu namanya. Waktu jikoshoukai pun datang, tapi ternyata orang tersebut berdiri di paling belakang. Semakin tidak sabar. Akhirnya datang gilirannya, dia memperkenalkan diri. Sependengaran saya, namanya adalah “Ika”. Oh ika, pikir saya. Reflek saya langsung mencari akun twitter nya saat itu juga, dan ternyata saya salah spelling. Ternyata namanya “Ikha”. Yep, ternyata dia. Dia yang membuat saya penasaran sepanjang lagu. Beranjak ke unit song, saya mulai mencoba menilai performa dengan pandangan super sok tahu saya. Untuk hari pertama, hari itu bisa dibilang cukup baik. Walaupun memang masih agak berantakan dan tidak berenergi. Tidak ada power yang saya rasakan. Tapi masih bisa menghibur. Saya masih sangat ingat line up di hari itu: Yupi, Rachel, Nadila, Tata, Dellia, Rona, Noella, Yona, Acha, Viny, Dhifa, Hanna, Uty, Ikha, Nichan, Natalia. Hari itu beberapa member terlihat menarik perhatian saya. Yang paling jelas adalah Nadila atau saya sering memanggilnya pawpaw🙂 Ya, karena jikoshoukai nya yang sangat unik dan lucu. Saya sudah pernah mendengarnya ketika dia backdancer generasi pertama dan merasa jiko nya tersebut sangat aneh. Tapi lama-lama saya malah menikmati jiko nya, dia membawakannya dengan sangat enjoy dan lucu >.< Yupi pun sangat menarik, wajahnya sangat imut dan siapa sangka ternyata dia sudah SMK. Dia terlihat sangat polos dan wajar saja hari itu banyak yang terlihat tertarik dengan kepolosan dan keluguannya. Uty dan Natalia juga sangat menarik di hari itu. Uty dengan suaranya yang sangat unik dan Natalia dengan kemampuan MC nya yang sudah baik dan dapat membangun flow. Hari pertama saya menonton 2nd generation ditutup dengan kesan yang sangat baik. Pandangan-pandangan saya terhadap mereka sebelumnya pun runtuh seketika, akhirnya saya malah menjadi tidak sabar untuk menonton show mereka selanjutnya. Dan pastinya, saya tidak sabar untuk melihat member yang berhasil menarik perhatian saya, ingin sekali lagi memastikan apakah kesan pertama saya terhadap orang tersebut benar. Besoknya ada show Pajama Drive lagi, saya tidak apply dan tidak mendapatkan tiket. Kebetulan pula pagi hingga sore saya memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Tapi selama melakukan pekerjaan tersebut, pikiran saya melayang ke memori hari sebelumnya. Saya masih penasaran dengan orang itu. Apakah saya akan menjadikannya sebagai oshimen. Terlalu cepat untuk oshihen. Tapi saya penasaran. Sangat penasaran untuk melihatnya lagi. Akhirnya sebelum pekerjaan tersebut selesai, saya meminta izin untuk dapat pulang lebih awal. Saya bergegas langsung ke fx, ikut berbaris dalam barisan WL. Saya sendiri tidak habis pikir, apa yang saya lakukan. Tapi hari itu jujur saya menonton Pajama Drive untuk menonton Ikha. Dangkal. Biarlah, saya pikir. Sepanjang show saya hanya memperhatikan dia. Dan ketika akhir show saya berpikir, dia adalah orang yang akan saya dukung di 2nd generation ini. Tapi harus jujur, selama beberapa minggu saya denial. Saya tidak mau mengakui saya oshihen. Saya menganggap saya belum oshihen. Terlalu aneh bagi saya ketika oshihen hanya karena dua kali melihat penampilan dia. Tapi nampaknya saya benar-benar oshihen. Saya tidak bisa denial lagi. Baru saja dua kali melihat performance nya tapi ada suatu keinginan dalam diri saya untuk memberikan gift. Ck. Apa-apaan! Cuma kata-kata yang itu sesuai, tapi saya tetap membeli gift. Saya masih sangat ingat, gift pertama saya untuk Ikha adalah sepatu abu-abu dengan garis pink di pinggirnya. Pasti tidak akan dipakai, pikiran awal saya. Tapi tidak lama kemudian ketika saya menonton teater, saya melihat sepatu itu dipakai untuk rangkaian lagu encore. Reflek saya mengecek beberapa kali, benar itu sepatu dari saya. Sewaktu handshake pun dia secara langsung bilang bahwa sepatunya dipakai. Mungkin dia tahu saya karena sebelumnya saya sempat bertanya, sepatunya muat atau tidak.

Dari cerita itu bisa dilihat, seberapa sering saya menonton Pajama Drive ketika periode awal mula nya setlist tersebut oleh 2nd generation. Masih sangat ingat, periode 11 Januari 2013 hingga 8 Februari 2013. Jika ada show Pajama Drive pada periode tersebut maka saya akan menontonnya. Tidak pernah terputus, setiap hari show Pajama Drive dalam periode tersebut pasti saya akan menontonnya. Walaupun jika ada dua show, tidak berarti saya menonton keduanya. Rangkaian yang tidak pernah putus menonton Pajama Drive pun harus terputus selama dua minggu karena saya harus berpergian ke luar negeri untuk simulasi sidang PBB. Periode awal sebelum keberangkatan saya merasakan fluktuasi jumlah penonton. Atau mungkin tidak bisa dibilang fluktuasi. Show mereka relatif selalu sepi. Sering sekali bangku teater hanya terisi setengahnya saja. Dulu saya menonton rata-rata hanya untuk melihat Ikha atau melihat line up member lain yang belum tampil di Shonichi. Dari line up member yang belum pernah tampil di Shonichi, beberapa orang sangat menarik perhatian saya. Orang-orang tersebut adalah Via, Della, Lidya, Octi, Naomi, Sinka, dan Vanka. Vanka yang sangat lucu dengan wajahnya yang sangat polos. Lidya yang juga bisa membawa flow MC lebih menyenangkan. Naomi dan Sinka, adik-kakak yang menarik perhatian dengan performa mereka masing-masing. Via dengan suaranya yang terdengar sangat manja. Della yang agak grasak-grusuk. Pernah suatu ketika, show tersebut tidak ada Ikha dan tidak ada member yang hendak saya tonton karena rata-rata sudah saya tonton. Tapi ketika mendengar bahkan tidak ada barisan WL dan yang menukar tiket juga hanya sedikit, teman saya mengajak untuk menonton. Akhirnya saya memutuskan untuk menonton. Saya tanyakan kepada bagian tiket apakah masih bisa membeli tiket. Ternyata dapat langsung membeli dan tidak perlu WL. Ibarat bioskop, datang langsung beli. Begitu masuk pun saya berhasil mendapatkan kursi di barisan keempat. Hemmm saya pikir kasihan sekali, sebegitu sepinya sampai begini. Akhirnya sering sekali saya menonton hanya sekadar untuk menambah orang di barisan bangku penonton. Saya hanya ingin membuat mereka merasa bahwa teater tidak sepi. Walaupun kehadiran saya tidak memberikan signifikansi apapun untuk meramaikan karena ketika menonton pun saya cenderung lebih banyak diam atau bercanda bersama teman saya. Tapi saya merasa bahwa ada tuntutan khusus yang membuat saya ingin mendukung terus mereka dengan menonton show-show mereka. Menikmati setiap performance yang mereka bawakan. Walaupun lebih banyak tidak kompaknya, lebih banyak kesalahan yang dibuat, dan MC yang kebanyakan garing dan hanya mereka yang mengerti. Tapi lagi-lagi seperti ada dorongan aneh yang membuat saya tetap menyukai setiap hal yang mereka berikan. Saya tertawa akan kegaringan lelucon mereka, saya menikmati setiap tabrakan yang terjadi dalam gerakan tarian mereka. Untuk saya itulah keunikan yang tidak akan saya dapatkan dari generasi pertama. Belum lagi saya juga tidak begitu mengenal personaliti mereka. Layaknya seperti mengikuti JKT48 dari awal lagi. Mengikutinya dari titik nadir. Mengikuti dari titik 0 lagi menjadi hal yang sangat menyenangkan ketika saya sudah sampai fase yang cukup penat dengan segala urusan tidak penting yang digemborkan oleh fans-fans lainnya. Ada hal lain yang lebih menarik untuk diperhatikan. Salah satunya adalah 2nd generation.

 

Wajar saya sangat terharu ketika mencapai senshuuraku Pajama Drive, saya tidak akan menceritakan ulang. Tapi saya bangga dan terharu atas kinerja mereka. Dapat menjadi bagian yang melihat titik terendah dan tertinggi dari performa merupakan pengalaman tidak terlupakan untuk saya. Mendengarkan keharuan perjalanan mereka dan menjadi bagian dari cerita tersebut merupakan kebanggaan untuk saya. Mungkin sudah saatnya untuk saya tidak seintensif dulu lagi mengikuti perkembangan mereka. Sekarang mereka sudah berhasil membuat bangku kosong tersebut terisi penuh hingga barisan yang berdiri di bagian belakang. Dulu mungkin hanya orang-orang itu saja yang menonton mereka. Sekarang sudah banyak yang penasaran dan bahkan menjadi loyalis dari masing-masing member 2nd generation. Sudah saatnya melihat orang lain yang mengisi bangku-bangku tersebut. Sudah saatnya saya kembali fokus ke urusan saya sendiri. Mendukung diri saya sendiri akan tanggung jawab sebenarnya yang menunggu. Saat ini adalah saat ketika saya bertugas untuk menceritakan seberapa hebatnya para adik-adik kecil yang sangat progresif. Dalam kurung waktu sekitar 4 atau 5 bulan sudah bisa mencapai titik tertinggi performa mereka. Sudah saatnya orang-orang tersebut yang menjadi wajah baru yang mereka lihat dan mereka dengar lontaran kata-kata semangatnya. Selamat berjuang 2nd generation. Senang bisa menjadi bagian dari perkembangan kalian. Sukses untuk kedepannya🙂

One thought on “Great Journey :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s