HNMUN Trip: Perjalanan Penuh Impian dan Nekat (PART 1)

Hai, probably it’s been two months since my HNMUN trip but I finally decided to write down my journey on this blog. Hehe gak ada kata terlambat nampaknya untuk menceritakan pengalaman saya yang cukup seru ini.

Yak, betul saja, awal februari kemarin saya berangkat ke USA untuk mengikuti Harvard National Model United Nations. Suatu kompetisi simulasi sidang PBB paling tua di dunia yang diadakan oleh Harvard University di Boston Park Plaza Hotel, Boston. Sudah menjadi cita-cita saya sejak SMA untuk mengikuti kompetisi tersebut. Sejak SMA saya sudah mulai mencoba kompetisi serupa, yakni ALSA E-COMP yang diadakan oleh FHUI. Masih sangat jelas diingatan saya, waktu itu saya berkesempatan untuk bergabung dalam UNODC sebagai delegasi USA dengan issue “Human Trafficking”. Waktu itu saya belum tahu apa-apa dan hanya bisa melihat beberapa penyelenggara yang memang sudah mahir dalam kompetisi tersebut. Mereka terus saja menyebut Harvard National Model United Nations, sampai akhirnya saya mencari tahu tentang kompetisi tersebut dan tahu seberapa prestigious kompetisi tersebut. Ketika saya memasuki bangku kuliah, saya sudah membulatkan tekad bahwa suatu saat nanti saya akan pergi ke USA untuk HNMUN. Tapi, perjalanan saya kemarin itu terbilang sangat nekat. Kenapa? Hhe…..

Sebelumnya saya sempat mengikuti seleksi di tingkat UI untuk memilih delegasi untuk HNMUN, tapi saya tidak berkesempatan mengikutinya sampai akhir. Karena pada proses seleksinya saya sempat sakit dan tidak melewati proses keseluruhan. Tapi kalau dilihat secara keseluruhan juga kemampuan saya masih terbilang jauh dengan teman-teman lain yang mengikuti seleksi. Jadi rasanya agak ragu sih bakal lolos. Jadi yah nothing to lose aja buat ikutan seleksi ini, sekalian cari pengalaman. Tapi ternyata jalan untuk saya mengikuti HNMUN tersebut masih terbuka lebar. Ada tawaran untuk mengikuti HNMUN sebagai delegasi dari organisasi yang saya ikuti di luar kampus, yaitu ISAFIS(Indonesian Students Associations for International Studies). Begitu saya tau ada kesempatan tersebut, saya langsung mendaftarkan diri ke head delegate nya. Wah tapi pada akhirnya saya sempat bimbang. Biaya registrasi awal beserta dengan hotel yang saya harus bayarkan itu sekitar 2,8 juta rupiah. Hemm….mendekati deadline pembayaran saya sempat hampir mundur karena mengingat kondisi keuangan yang cukup tidak memungkinkan. Benar-benar hampir mundur, hanya tinggal sedikit lagi. Tapi di sini, mama memberikan suatu pencerahan, katanya dicoba saja, toh masih ada tabungan dan masih sempat kalau mau coba cari sponsor. Ya waktu itu terbilang sudah akhir bulan November dan sangat mepet kalau mau cari sponsor. Tapi ya akhirnya saya agak cukup nekat langsung bikin proposal kilat dan meyakinkan diri untuk daftar. Akhirnya saya mendaftarkan diri untuk HNMUN. Saat itu saya meyakinkan diri saya sendiri bahwa kesempatan tidak akan datang dua kali. Jika ada celah maka harus saya gunakan sebaik-baiknya. Terlebih lagi sebenarnya awal tahun 2012 saya juga sempat gagal berangkat RomeMUN karena permasalahan dana. Tapi waktu itu saya belum mencoba mencari sponsor pribadi, masih kelompok sehingga agak susah bagi sponsor mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Jadi saya pikir, apa salahnya jika sekarang dicoba, toh saya sendiri berarti biaya yang dikeluarkan sponsor akan lebih sedikit dibandingkan grup.

Sekitar akhir Desember, saya memutuskan untuk membuat visa US. Soalnya denger-denger proses visa US itu cukup sulit dan bahkan kemungkinan untuk ditolak sangat besar dan pastinya uang aplikasi visa akan hangus begitu saja, ya jumlahnya sangat lumayan sekitar 1,6 juta rupiah. Berminggu-minggu sebelumnya saya agak sedikit parno dan googling terus bagaimana proses aplikasi orang-orang yang telah mencobanya. Agak thrilling ketika melihat beberapa orang ditolak permohonan visanya padahal sudah ada alasan yang sangat jelas. Akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan jasa Sabang Business Center(SBC) untuk mengurus aplikasi visa saya. Dengan membayarkan sekitar 200 ribu rupiah itu sudah membayar jasa mereka untuk mengisikan form aplikasi online dan juga mengurus ke bank untuk uang pembayaran aplikasi visa kita sebesar 1,6 juta rupiah. Jadi pada proses ini keluar sekitar 1,8 juta rupiah. Saya sendiri memutuskan untuk menggunakan jasa SBC karena saya ini orangnya rada parno kalo-kalo ada yang salah sama pengisian form online nya. Hhe. Akhirnya aplikasi saya selesai dan langsung memilih jadwal wawancara, saya ingat waktu itu saya memilih jadwal wawancara hari Jumat pagi karena siangnya masih ada kuliah. Dari jam setengah 7 pagi saya sudah stand by di sana. Walaupun jadwal wawancara saya itu sekitar jam 7. Tapi disana sudah ramai. Ya memang proses nya agak cukup panjang dan melelahkan, harus melalui beberapa “pos-pos” untuk ditanyai kelengkapan dokumen dan sidik jari hingga akhirnya wawancara. Nah proses wawancara inilah yang menentukan. Ternyata proses wawancaranya tidak sehoror yang saya bayangkan. Beberapa pertanyaan yang ditanyakan sama pewawancara itu ya seputar, kuliah dimana, mau ngapain ke sana, siapa yang akan membiayai perjalanan di sana. Saya jawab dengan sejujur-jujurnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Dan pewawancara hanya meminta invitation letter dari pihak HNMUN(padahal saya sudah menyiapkan berbagai kelengkapan surat lain, seperti KK, surat keterangan mahasiswa, buku tabungan orang tua, dll). Dan VOILA! Hanya dalam beberapa menit saya mendapatkan selembaran putih yang menyatakan bahwa visa saya diterima dan dapat diambil minggu depannya. Ternyata proses aplikasi visa tidak seseram yang dibayangkan kok. Hhe. Begitu saya ambil visanya, saya lihat saya dapat visa untuk 5 tahun….Alhamdulillah😀 Oh iya dalam proses pengurusan visa ini saya cuma sendirian dan gak ditemenin siapapun. Tapi yah santai aja kok, asal bawa buku bacaan atau bisa berkhayal dengan dunia sendiri sambil nunggu. HAHAHA

Nah sekarang bagaimana proses pembelian tiketnya. Harus diakuin kalau sebenarnya yang paling berat dari biaya berangkat ke US adalah tiket pesawatnya. Pembelian tiket pesawat saya sendiri cenderung agak molor karena menunggu proses visa teman yang akan berangkat juga. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk beli tiket pesawat sendiri karena ternyata  budget yang disiapkan oleh teman saya itu jauh lebih besar dibandingkan budget saya. Jadi saya memutuskan untuk cari tiket pesawat sendiri dan berangkat sendiri karena budget saya yang sangat terbatas. Hingga saat itu saya masih belum punya sponsor. Jadi masih dengan pertimbangan membiayai perjalanan saya dengan tabungan saya sendiri. Akhirnya saya memutuskan untuk booking secepatnya tiket Qatar Airways(Qatar Airways ini memang terkenal dengan penerbangan paling murah untuk ke US) karena hanya tinggal dua minggu lagi sebelum keberangkatan. Ya jelas saya tidak langsung bayar, tapi booking dulu biar tenang. Tapi ternyata harus di issued 24 jam. Wah saya pun pasrah kalau pada akhirnya harus bayar dengan tabungan sendiri. Mau gimana lagi, saya tetap yakin kesempatan tidak datang dua kali. Waktu itu saya booking tiket bersama mama saya. Tiba-tiba mama saya ditelpon temannya katanya sore itu disuruh ke kantornya, ada titipan karena temannya baru saja pulang dari luar negeri. Yang saya ingat teman mama saya itu adalah salah satu orang yang menjadi target sponsor saya. Saya sudah ajukan proposal sebelumnya dan memang belum mendapatkan respon. Saya pun akhirnya ikut ke kantornya, dan teman mama saya tersebut tanya sebelumnya habis darimana. Ya kami bilang saja kami sehabis booking tiket untuk perjalanan saya. Dan mama saya disini menyelipkan sedikit “reminder” secara halus kalau sebelumnya teman mama saya ini pernah menjanjikan akan memberikan sponsor. Dan benar ternyata teman mama saya ini agak lupa. Hhe. Akhirnya dia baru ingat hari itu dan tanpa ragu-ragu dan tanpa membaca proposal yang saya yakin belum ia sentuh, memutuskan untuk membelikan tiket pesawat untuk saya. ALHAMDULILLAH! Saya gak jadi keluar uang langsung sekitar US$1400 atau sekitar 14 juta rupiah. Teman mama saya itu bilang besok datang ke kantornya lagi untuk mengambil dollar untuk bayar tiket pesawatnya. Kebetulan saya berhalangan untuk datang karena ada kegiatan lain, jadinya mama saya yang ambil dollar ke kantornya. Besok paginya saya dikabari mama saya, katanya beliau sudah mengantongi uang US$1500 yang keluar langsung dari dompet dollar teman mama saya tersebut. Wah saya bener-bener seneng dengernya, ada lebihan sekitar US$100. Hhe. Trus yah awalnya agak aneh denger dompet dollar, tapi yah emang teman mama saya itu sangat berkecukupan dan kayaknya bukan hal yang aneh buat punya dompet dollar dengan isi segitu banyak. Tapi ternyata berkahnya gak sampai situ aja. Kata mama saya, temannya bilang lagi kalau sebelum berangkat saya disuruh ke kantornya. Awalnya mama saya pikir untuk terima kasih atau pamitan, jadi beliau mengiyakan saja. Ternyata maksud temannya tersebut bukan begitu, ternyata saya akan diberikan uang saku. Katanya dia kasihan kalau nanti saya gak bisa jajan di sana….HAHAHAHA MAKASIH YAH OM! Akhirnya sebelum berangkat saya ke kantornya lagi, dan karena itu berdekatan dengan tahun baru Cina dan yang bersangkutan masih ada keturunan Cina. Jadi uangnya tersebut dimasukkin ke dalam angpau. Saya pikir, kapan lagi sponsor ngasih uang pake angpau. Dan begitu di cek lagi, ternyata ada sekitar US$ 300. WAH LUMAYAN BANGET. Lumayan untuk menutupi uang registrasi saya di awal. Soal uang jajan saya ternyata dapat tambahan juga dari om yang ada di luar kota. Jadi lumayan, saya hanya perlu tambah beberapa lagi untuk perjalanan di sana.  Ya saya yakin masih banyak yang harus dikeluarkan, tapi alhamdulillahnya gak sebanyak estimasi awal saya yang tanpa sponsor.

Dan setelah proses yang penuh dengan kenekatan dan diakhiri dengan keberkahan. Akhirnya saya berangkat tanggal 9 Februari 2013, tengah malam dengan Qatar Airways. Transit sekitar 3 jam di Doha. Saya awalnya pergi ke New York karena tiket pesawat ke New York relatif lebih murah dibandingkan langsung ke Boston. Tapi yah kalau udah di Amerika kan rasanya gak sah juga kalo gak menginjakkan kaki di New York. Hhe. Ya perjalanan berangkat dari Jakarta ke New York ini benar-benar sendirian. Iya saya benar-benar sendirian. Gak ada temen, gak ada orang tua. Janjian ketemu temen yang berangkat juga baru pas di JFK Airport, New York. Jadi benar-benar nekat dan takut sih. Beberapa hari sebelum berangkat bener-bener kepikiran gimana rasanya berangkat ke luar negeri, jauh banget, sendirian. Perjalanannya memakan waktu sekitae 21 jam tidak termasuk transit. Lama banget kan. Tapi yah ya udah jalanin aja. Toh tiket pesawat dan visa sudah di tangan, apalagi yang ditunggu. Akhirnya saya pun berangkat dengan modal nekat dan keberanian…….

Saya yakin kalau memang ada niat yang baik, maka Allah akan mempermudah perjalanan saya kali ini🙂

Lalu lalu lalu…..Bagaimana saat di US nya? Bagaimana HNMUN? Dilanjutkan ke PART 2 yah…..hhe

SEE YOU WHEN I SEE YOU!

9 thoughts on “HNMUN Trip: Perjalanan Penuh Impian dan Nekat (PART 1)

  1. Halo Kak Aya! Saya Himawan dari Sastra Inggris UNPAD 2012. Saya kan berniat mau ikutan HNMUN ini, mau tanya aja sih, waktu seleksi di kampus kakak itu ada berapa orang yang daftar? dan kakak masuk jadi urutan ke berapa?

  2. Boleh tau nggak cara bikin proposal untuk pengajuan sponsor nya bagaimana ya? Kalau tidak keberatan ingin liat proposal nya, bisa dikirimkan ke email saya. Terima kasih.

  3. Kak aya, saya iin dari FKG Unhas 2011. Mau tanya kak, pada saat daftar HNMUN, memang daftar awalnya daftar via online yg di munbase.hnmun.org yah kak? Saya sdh daftar dan katanya harus bayar registrasi $80.00 yah kak? Bayarnya lewat paypal yah kak? Makasih utk infonya kak.

  4. Coz kak, saya sudah cari info untuk pendaftaran dari kampus yg untuk HNMUN 2015 tidak ada kak, jadi sy bingung kak, kita daftarnya lewat kampus atau langsung sistem online ke munbase.hnmun.org ? Mohon infonya kak😦

  5. Kalau misalnya iin daftar sendiri, trus bayar registrasi sendiri, apa bisa langsung ke sana kak tanpa ada seleksi? Karena sempat iin kirim email ke sana kak, katanya kalau sdh bayar registrasi sudah bisa langsung ikut konferensinya kak, betul bgitu yah kak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s