SMA Negeri 8 Jakarta, Lebih dari Sekedar Sekolah

SMA Negeri 8 Jakarta, sekolah yang dulunya tidak pernah muncul di pikiran gw sama sekali. Mendengar namanya, sudah terbayang sekelompok orang-orang pintar yang menghabiskan waktunya untuk belajar dan belajar. Kenapa begitu? Reputasi SMA negeri terbaik di Jakarta, itu kata kuncinya. Gw bukan tipe seorang pelajar yang sangat rajin belajar dan menghabiskan waktu untuk membaca buku-buku pelajaran. Tapi akhirnya, gw pun menempuh tiga tahun masa SMA di sekolah ini. Sekolah yang bukan hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga organisasi, arti hidup, dan kekeluargaan.

Walaupun gw belum lulus dari sekolah ini, tapi di tahun ketiga gw, sebelum meninggalkan sekolah ini, ada banyak cerita yang ingin disampaikan, apa yang didapatkan selama menghabiskan tiga tahun di SMA negeri terbaik di Jakarta ini.

Tahun pertama bisa dibilang tahun yang penuh cobaan. Hehe. Penuh cobaan, karena pada saat itu benar-benar baru menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah yang baru. Lingkungan sekolah yang benar-benar membuat gw belajar, dulu sama sekali tidak pernah belajar, bisa dibilang belajar hanya untuk ujian, tapi di 8, kapanpun harus belajar kalau tidak ingin remed, remed, dan remed lagi. Tidak mengganggap mudah apa yang ada, rasanya itu yang bisa gw dapat dari pengalaman remed yang sangat banyak. Hehe. Selain itu, tahun pertama juga dilalui dengan kaderisasi. Terutama gw yang benar-benar baru masuk 8 satu bulan, langsung dihadapkan dengan kaderisasi Perwakilan Kelas. Kaderisasi yang benar-benar sangat berarti dan tidak akan mungkin dilupakan. Kaderisasi yang dibilang orang-orang termasuk berat, tetapi buat gw, semua itu bisa dilewatin tanpa harus merasa berat karena ada keluarga baru yang siap mendukung kapanpun itu. Berhasil menemukan 23 orang lainnya yang benar-benar menjadi bagian baru dari diri gw sendiri, bukan sekedar sahabat, tapi keluarga. Tahun pertama yang dilewati dengan tantangan untuk menyeimbangkan akademis dan nonakademis.

Tahun kedua di sekolah ini, lebih memberikan banyak cerita. Masuk jurusan IPS yang penuh dengan orang-orang yang beraneka ragam kepribadian dan pastinya orang-orang yang senang berbicara setiap saat. Haha. Kesunyian di kelas IPS hanya ada ketika ujian, selebihnya, waktu nonton film. Hehe. Tapi banyak karakter yang bisa dikenal, semuanya unik, semuanya menyenangkan. Tahun kedua, saat mengemban OSIS SMA Negeri 8 Jakarta, saat dipercayakan untuk menjabat sebagai petinggi OSIS. Saat dimana mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, saat dimana harus memajukan 8 dan menjaga amanat yang tidak kalah besar, anggota perwakilan  xvi. Banyak sekali tantangan ketika menjabat, setiap proker dan kegiatan yang dilalui, pasti ada tantangan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dan organisasi. Benar-benar pengalaman yang sangat berharga. Tapi entah kenapa menurut gw, bagian terpenting dari satu tahun masa jabatan gw, tanggung jawab terbesar gw, bagaimana mendidik dan menjaga akom-akom gw. Rasanya sama seperti posisi guru, dan di sini, gw masih merasa gagal sebagai guru karena gw belum bisa memberikan pengajaran yang terbaik, padahal muridnya sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. Benar-benar banyak pelajaran yang bisa gw ambil selama menjabat, mulai dari kesuksesan hingga belajar dari kegagalan, tapi tidak akan pernah selesai penyesalan. Selain itu, tahun kedua banyak yang bilang akademis sangat santai, harus diakui begitu. Hehe. Tapi Alhamdulillah, gw masih bisa menyeimbangkan dengan kegiatan organisasi.

Tahun ketiga, tahun yang penuh perjuangan. Melepaskan jabatan dalam keorganisasian dan fokus belajar agar mendapatkan universitas impian. Semuanya benar-benar menghabiskan waktunya untuk belajar. Semuanya berubah, waktu istirahat dipakai untuk belajar. Semuanya dilakukan agar masa depan dapat diraih, agar penyesalan tidak pernah datang. Kondisi yang sangat mendukung untuk semangat belajar. Gw rasa, gw gak bakal menemukan kondisi ini di semua sekolah. Bersyukur bisa menjadi bagian dari sekolah ini, walaupun terkadang terlalu banyak cobaan di dalamnya. Hehe.

7 thoughts on “SMA Negeri 8 Jakarta, Lebih dari Sekedar Sekolah

  1. WOW….SMAN 8 jakarta

    WIKIPEDIA 2013/2014 :
    Passing Grade :
    UN terendah rata2 9,388 (2013)
    UN tertinggi rata2 9,800 (2013)
    UN Rata-rata nilai 9,502 (2013)

    Bener2 UNGGULAN NASIONAL dan PROPINSI

  2. Ka, aku mau msk sma negri 8 tahun ini. Denger” masuk sma 8 itu susah yah? Blh bgi tips atau keperluan yg dibutuhin untk mendaftar di sma 8 ga? Kalo dari homeschooling mempengaruhi kelulusan tdk? Terima kasih sebelumnya😉

  3. Berat masuk 8. Kemarin 2015 aja paling kecil MIA nemnya 96. (2015 jalur umum)
    Ngandalin jalur lokal juga susaahhh … paling kecil 92,5an.atau 93 paling kecil.
    Belum banyak gempuran2 dari anak2 pandai luar kota macam Tangerang, BSD, Bekasi, Depok, Bogor … dll yg pd ngejar 8 Bukit Duri

  4. Terimakasih sudah memberikan gambaran SMA 8, sangat membantu saya yg tahun ini akan masuk SMA. Saya sangat menikmati membacanya, Kak. Saya suka cara kakak menyampaikannya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s