Ketika Dunia Tak Lagi Berwarna

horizon fractal

Manusia disibukkan dengan kegiatan sehari-hari yang sangat memenatkan. Kegiatan yang berkutat pada kegiatan duniawi. Di mana hidup artinya adalah masa-masa pencarian kenikmatan duniawi semata dan kedudukan dalam hidup sosial di lingkungan masyarakat. Otak manusia telah diatur untuk terus melakukan hal-hal tersebut, semua sudah terkontrol dan menguasai alam pikiran manusia. Manusia bagaikan robot, terus-menerus bekerja keras tanpa memikirkan kepentingan diri sendiri dan membiarkan diri terlena dalam kehidupan membosankan ini.

Manusia hidup mengejar harta dan tahta, peraturan dalam dunia pun menjadi patokan utama dalam menjalani hidup. Bangun pagi setiap hari, bermacet-macetan dalam hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, belajar terus menerus di sekolah demi menggapai cita-cita yang sebenarnya sangat mudah digelincirkan oleh kelicikan kehidupan, atau bekerja menguras otak di kantor dengan segala kendala yang selalu ada saja.  Setelah sibuk dengan kegiatan sehari-hari, waktu sore hingga malampun bagaikan tidak ada waktu luang, jam demi jam, menit demi menit, detik demi detik, bahkan persekian detik pun digunakan untuk melakukan segala aktivitas. Bekerja hingga larut malam, les dan belajar sampai mata sudah sangat ingin mengistirahatkan dirinya sejenak.

 

city background 2 vector

Tidak tahu sebenarnya apa yang ada di dalam pikiran setiap individu. Tapi saya yakin bahwa bosan dan lelah akan rutinitas yang membosankan menggelayut dalam pikiran masing-masing orang yang melakukan kegiatan tersebut. Waktu untuk bersenang-senang secara rohani sangat sedikit, bahkan kadang bersenang-senang dalam situasi dan kondisi yang salah dan tentunya dalam cara yang salah pula.

Sebenarnya apa yang dicari manusia dalam kehidupan ini? materi? hiburan? kedudukan? atau sebenarnya masih ada yang menyeimbangkan waktu dalam hidup ini untuk kehidupan yang sebenarnya? kehidupan paling lama yang akan dijalani setiap umat manusia, bukan di bumi, tapi di akhirat. Kalaupun ada, bisa dihitung dengan jari.

Kehidupan sekarang ini rasanya sudah tidak berwarna lagi. Diibaratkan bagaikan lembaran kertas yang hanya berisikan hitam dan putih, hanya dua warna dan tidak memberikan kesempatan untuk warna lain untuk memasuki lembaran kertas tersebut, dengan cepat warna-warna itu dipatahkan oleh kedinginan hati manusia.

10 thoughts on “Ketika Dunia Tak Lagi Berwarna

  1. wew.. bosen dengan rutinitas emang tidak dapet dihindari, ya baik yg sekolah, kuliah, kerja.. pasti ada rasa yg kaya gitu.. cara yg mudah sih adalah kita nikmati aja dulu.. dan selalu fokus pada tujuan hidup

  2. Yg dicari sebenarnya adalah kebahagiaan. Tp ada yg menganggap kebahagiaan itu didapat klo udah banyak duit, udah dapat kedudukan, udah punya istri, ada anak, hidup tenang, dll.
    Jd memang gak sama. Dan ga cuma hitam ato putih. Abu-abu…

  3. emang, Ya! Orang jaman skarang nyarinya duniaaaaaa mulu! Jabatanlah, hartalah, kekayaanlah (eh sama aja ya?).. Knapa nggak ngurusin akhirat, kehidupan kekal?? Padahal setiap manusia itu kan ‘pasti’ akan merasakan kematian dan di hisab ckckck, gimana coba klo kita nggak ada bekel apaapa??

  4. sebetulnya menurut saya sih semua itu manusiawi, karena semuanya demi kebutuhan hidup yang mendasar. sandang, pangan, papan makanya semua harus bekerja keras, akibatnya terkesan hanya memburu duniawi semata.
    So jika bisa nyante2 aja semua kebutuhan pokok itu terpenuhi, pasti deh semuanya beda:mrgreen:

  5. merajut cita2 dapat mewarnai kehidupan, menghilangkan kejenuhan cuma harus ada pegangan, atas cita2 yang bagaimana yang jadi concern kita, harus jelas. Dengan begitu perhatian akan tertuju pada pencapaian… dan insyaallha akan jauh dari jenuh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s