LASKAR PELANGI THE MOVIE

Sebenernya gak baru-baru ini juga gw nonton filmnya, tepat sehari setelah mulai dimainkan di beberapa bioskop, gw nonton bareng temen-temen sekolah. Cari tempat yang agak kosong, yang kira-kira gak bakal keabisan pas kita sampe sana. Akhirnya kita nentuin di Setiabudi Building, karena emang itu tempat terdekat dari rumah temen yang dipake buat kerja kelompok. Dan pastinya ada alesan laen, karena nontonnya lumayan murah dibandingin bioskop laen! haha…..lumayanlah, 20 ribu perak, kan kalo nonton di XXI aja biasanya udah 35 ribu….

Awal-awalnya gw sama temen-temen gw agak ragu juga, masalahnya film mulai jam 13.15, jam 13.00 aja gw masih di rumah temen yang ada di Kampung Melayu. Tapi gw ber 16 nekad ke Setiabudi aja, udah pada ngebet nonton semuanya. Akhirnya dengan penuh perjuangan, kita semua masuk studio jam 13.30, emang telat…tapi ya gpp lah…

Ehem, langsung kepada intinya aja ya…gw mau bercerita tentang keseluruhan film Laskar Pelangi.

Gw akuin emang buku sama film itu beda, walaupun gw gak begitu suka buku nya alias biasa-biasa aja gak kayak kebanyakan orang, gw bakal tetep menilai secara obyektif..ok ok!

14_1024x685 by laskarpelangithemovie.

Gw rasa gw gak perlu menjelaskan lagi bagaimana cerita Laskar Pelangi karena kebanyakan orang udah tau, jadi langsung pada penilaian aja ya…Memang buku Laskar Pelangi ini kalau bisa dinilai, ya bagus. Karena mengajarkan pelajaran hidup yang susah didapatkan di kehidupan nyata ini, dan juga membuka mata kita bahwa hal-hal mulia dan penuh pengorbanan dan perjuangan pun masih ada di dunia ini. Gaya penuturan bahasa Andrea Hirata memang khas orang Melayu, sehingga ceritanya panjang dan buku tebal dengan gaya bahasa yang masih enak dibaca.

Emang susah meringkas cerita dari sebuah buku yang begitu tebal dan di setiap bagiannya mengandung makna ke dalam sebuah film. Menurut penilaian gw, buku Laskar Pelangi ini benar-benar mengajak kita buat berimajinasi, sama halnya dengan buku Ayat-Ayat Cinta. Ayat-Ayat Cinta ketika divisualisasikan tidak seperti yang diharapkan, Laskar Pelangi tidak begitu mengecewakan karena memang mengambil gambar langsung dari Belitong. Tapi karena benar-benar banyak bagian penting yang dipotong sehingga tidak seseru aslinya, gw kurang begitu menikmati filmnya, dan gw malah lebih sering berpikir bagaimana orang yang belum membaca buku Laskar Pelangi(walaupun gw yakin cuma sedikit jumlahnya), bisa mengetahui benar-benar cerita Laskar Pelangi.

Seperti di bagian ketika Flo menghilang, tidak begitu dijelaskan di dalam buku tersebut. Sehingga perjuangan orang-orang yang bertemu Tuk Bayan Tula, Kengerian yang dialami Laskar Pelangi selama dalam pencarian tidak bisa tergambarkan sama sekali. Benar-benar dipotong dan rasanya semua berlalu begitu cepat dan tanpa proses.

Selain itu juga banyak cerita yang ditambahkan atau diganti. Memang sebuah film masih membutuhkan adegan-adegan yang bisa memacu adrenalin sang penontonnya. Tapi bagian ketika Pak Harfan meninggal dan Cerdas Cermat yang sama sekali beda dengan cerita aslinya. Terkesan memaksa dan membuat bayangan para pembacanya terkaburkan oleh tambahan-tambahan.

Sebenarnya memang sulit untuk membuat sebuah film yang diangkat dari novel. Ayat-Ayat Cinta pun juga masih banyak yang ditambahkan atau dikurangkan. Tapi secara keseluruhan kalau dilihat dari sebuah film…Laskar Pelangi bisa dibilang bagus dan menghibur. Anak-anak kecil asli Belitong pun mampu berlakon dengan baik. Jadi segini aja ya penilaian gw, kejauhan bisa kacau jadinya. hehe.

16 thoughts on “LASKAR PELANGI THE MOVIE

  1. Ini kayaknya filem keren …
    mudah-mudahan se keren cerita novelnya …

    Nonton … Nonton …
    Hai aya … apa kabar …
    lama banget aku ndak kesini ya …
    apa kabar ?

  2. yang jelas filem ini salah satu filem yang gak bikin muak ketika saya melihatny ,, ga sperti filem indonesia yag lain, yang artisnya adalah pocong, kuntilanak, dll gebleg ituh

  3. Ha ? di XXI Surabaya maksimal 15rb. Kalo yang di delta katanya malah 10rb. Mengenai film, jelas beda sama novel🙄

    Ya secara umum bagus lah…

    setidaknya ada film yang tidak menganut mainstream film Indonesia : cinta, komedi, dan horror. Bosen temany itu terus…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s