100 Tahun Kebangkitan Nasional

Momen penting dalam sejarah kehidupan bangsa Indonesia. Kebangkitan Nasional, pada tahun 1908 didirikan organisasi yang menandakan pergerakan nasional Indonesia, Budi Utomo. Darisanalah Kebangkitan Bangsa bermula. Kebangkitan adalah masa dimana munculnya rasa persatuan, kesatuan, serta nasionalisme bangsa. Bangsa ini pun mulai sadar akan kemerdekaan yang dibutuhkan oleh segenap negeri, perjuangan untuk merebut kemerdekaan berkobar dengan penuh nasionalisme dan persatuan di seluruh antero negeri.

100 tahun kebangkitan diperingati dengan meriah. Rasa nasionalisme bersatu dalam jiwa. Indonesia Bisa! Itulah slogan untuk memperingati 100 tahun kebangkitan bangsa. Sebuah pagelaran akbar diselenggarakan di Gelora Bung Karno. Sekitar 30.000 pengisi acara meramaikan pagelaran tersebut. Berbagai atraksi menarik disuguhkan. Mulai dari rakyat biasa hingga TNI dan POLRI bersemangat menampilkan berbagai keahlian mereka. Tarian sampai aksi bela diri menjadi bagian dari acara tersebut.

Namun, disisi lain, masih banyak orang tidak peduli akan adanya kebangkitan bangsa. Jasa pahlawan bagai tak ada maknanya sama sekali. Mereka berpikir bahwa apa yang ada sekarang ini memang pengorbanan dari para pahlawan, namun untuk mengenangnya dan menghargainya hanya membuang-buang waktu saja. Hidup maju hanya untuk diri sendiri, tanpa memikirkan nasib bangsa dan negara. Mempunyai ilmu tanpa mau membaginya kepada yang membutuhkan. Tidak membaktikan diri kepada negara, hidup penuh dengan keegoisan.

Untuk menghapal lagu wajib sendiri pun tidak bisa. Menghapal dasar negara yang merupakan landasan utama negara ini saja tidak bisa. Bagaimana bisa Pancasila sebagai dasar negara yang juga merupakan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dapat dihapal, terlebih lagi dicerna dan diamalkan pada kehidupan sehari-hari. Kita ini hidup di Indonesia, bukan di negara lain. Jangan hanya menghapal lagu-lagu Barat. Cintai negeri sendiri. Mulai dari hal terkecil. Amalkan Pancasila pada kehidupan sehari-hari. Tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia bisa maju dengan landasaanya yang berbeda dengan negara lain. Pancasila tak dimiliki negara lain, hanya kita yang memiliki. Tidak akan ada yang bisa merebutnya. Liberalisme dan Sosial Komunis bukan landasan negara. Jangan jadi orang yang individualistis seperti landasan liberal. Kita memiliki tetap memiliki hak pribadi, tidak dihapuskan seperti pada sosial komunis. Kita juga punya kewajiban pribadi, kewajiban menjaga keutuhan bangsa dan negara!

24 thoughts on “100 Tahun Kebangkitan Nasional

  1. kapan waktu liat siaran di televisi lokal, ada wawancara dengan seorang bapak tukang becak, si bapak itu diminta reporternya nyebutin sila2 di pancasila. guess what ? si bapak ini ternyata ‘sudah tidak bisa lagi’ menyebutkan ayat2nya dengan pas dan urut.
    So ? apa itu berarti bapak ini sudah demikian melupakan dasar negara ini ? siapa sih yang ingin terekspos ‘ketidakbisaannya’ mendeklamasikan hal2 yang -anak SD aja bisa, masak ‘situ’ nggak bisa ?- seolah-olah dijadikan ukuran nasionalisme seorang anak bangsa ?
    IMO, si bapak itu bukannya ‘sengaja’ melupakan gitu aja ayat2 historikal yang termaktum di dasar negara bernama PANCASILA, menurutku si bapak ini ‘sudah lewat’ masanya menghafalkan sila2, ‘bukan sengaja’ tapi tak terasa pikirannya tergerus begitu saja dengan segenap perjuangan hidup yang harus dia kerjakan untuk memenuhi suatu kata bernama ‘tanggung jawab pada keluarga’.
    jadi dimana ukuran pahlawan ? lagi2 IMO, si bapak bukannya ‘tidak menggubris’ jasa para pahlawan, tapi karena si bapak sudah demikian penat dengan kehidupannya, bukan untuk mengejar predikat ‘pahlawan’ , tapi lagi2, untuk memenuhi suatu kata bernama ‘tanggung jawab’ di jaman yang serba susah seperti sekarang.
    Salut buat Aya yang masih menyediakan waktunya untuk ‘membidik’ things arounds things. sukses buat Aya🙂 !!!

  2. wah, tulisannya bagus..🙂

    terlepas dari beberapa kontroversi yang bilang kalo berdirinya Budi Utomo tidak pantas untuk dijadikan peringatan kebangkitan nasional..

    Kebangkitan nasional kali ini.. sangat meriah.. tapi apakah perayaan secara mental semeriah perayaan fisiknya? nasionalisme yang kian rendah, demo dimana-mana, dll.

    sesuai slogannya SBY, Indonesia BISA! (bisa apa nih?)

  3. Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku.
    Di sanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku.
    Indonesia, kebangsaanku, bangsa dan tanah airku.
    Marilah kita berseru, “Indonesia bersatu!”
    Hiduplah tanahku, hiduplah neg’riku,
    Bangsaku, rakyatku, semuanya.
    Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
    Untuk Indonesia Raya!

    Indonesia Raya, merdeka, merdeka
    Tanahku, neg’riku yang kucinta.
    Indonesia Raya, merdeka, merdeka
    Hiduplah Indonesia Raya!

  4. maksud anda Dr. Sutomo? Atau siapa? bagi saya banyak orang yang membuat Indonesia memasuki jaman kebangkitan. Bukan hanya para pejuang2 kenamaan yang namanya sering terpampang pada buku sejarah saja…banyak sekali orang di luar sana yang membuat Indonesia masuk pada jaman kebangkitan, tanpa diketahui namanya. Mereka hanya berjuang demi bangsa tanpa pamrih.

  5. Mari kita bangkitkan semangat dari dalam diri kita masing2, bila sudah terwujud maka cepat atau lambat bangsa ini juga akan bangkit.

  6. hapal lagu-lagu kebangsaan dan sila-sila Pancasila tanpa mampu mengamalkan dengan baik dan benar juga percuma rasanya.. mending ditunjukan dengan aksi nyata ketimbang menggelar pagelaran akbar yang cuma simbolik dan buang-buang duit. Setelah itu, selesai aja.. ngga ada kesannya… beuuuuh…

  7. @aya
    Di antara sekian banyak tokoh, saya rasa Douwess Dekker aka multatuli ada di top ten. Hei, ini menarik. Coba kamu buat 10 tokoh paling berpengaruh dalam kebangkitan nasional indonesia. Saya calonkan Douwess Dekker🙂

  8. @aya
    Di antara sekian banyak tokoh, saya rasa Douwess Dekker aka multatuli ada di top ten. Hei, ini menarik. Coba kamu buat 10 tokoh paling berpengaruh dalam kebangkitan nasional indonesia. Saya calonkan Douwess Dekker🙂

  9. tapi sayang yah 100 tahun hari kebangkitan bangsa malah menjadi hari kemunduran bangsa. gimana gak mundur mbak BBM naik terus rakyat miskin makin menjerit, tapi marilah kita berdoa walaupun negara kita sedang terpuruk semoga kedepan nya indonesia kita akan menjadi negara yang maju dan menjadi macan asia lagi.

  10. bangkit…???
    yang ada bangsa ini semakin terpuruk dan terjajah.
    kata bangkit menjadi sangat sulit bagi bangsa ini karena sudah dikuasai oleh tikus-tikus yang menyebabkan bobroknya kepercayaan diri generasi muda yang akan membangkitkan dan membuat bangsa ini jaya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s