Pudarnya Pesona Cleopatra

 

Sebuah buku lama karya Habiburrahman El-Shirazy, belum lama ini gw beli. Kebanyakan buku sang pengarang satu ini terkenal dengan ketebalannya. Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih 1&2, dan Dalam Mihrab Cinta tebalnya mencapai beratus-ratus halaman. Namun, novel ini dikemas dalam tampilan yang berbeda. Terdiri dari dua novel mini, novel ini menceritakan perjalanan cinta anak manusia. Seperti buku-buku terdahulu yang tak pernah berpaling dari tema cinta, itulah tema paling diminati saat ini. Kebanyakan pembaca buku, mencari buku bernafaskan cinta. Walaupun terkadang lebih banyak juga yang mencari buku motivasi. Ataukah orang-orang ini masih haus akan cinta atau bahkan belum mengerti tentang cinta? Bagaimana dengan motivasi? Apakah hidup mereka selama ini hanya menjadi cerita kosong belaka tanpa motivasi didalamnya? Sepertinya kali ini gw gak akan membahas permasalahan-permasalahan tersebut. Kita fokuskan pada buku satu ini.

Pada novel mini pertama, buku ini menceritakan tentang seorang pria yang terpaksa menikah dengan seorang wanita pilihan ibunya. Wanita tersebut kecantikannya telah diakui oleh banyak orang, namun tidak untuknya. Pintu hatinya sama sekali tidak terketuk oleh cinta sang perempuan cantik itu. Ia lebih mengagungkan kecantikan wanita-wanita mesir. Sang istri(Raihana) begitu mencintai suaminya, ia terus berdoa dalam setiap doanya. Mendoakan sang suami tercinta. Doa tiada putus-putusnya ia panjatkan kepada Sang Pencipta. Perlakuan dingin dari suaminya sering kali ia dapatkan. Jika sesekali suaminya bersikap hangat pun hanya menjadi sebuah kebohongan sang suami, demi membahagiakan ibunya. Sampai pada akhirnya Raihana pun mengandung. Pada bulan-bulan menjelang kelahiran, ia meminta kepada suaminya untuk dapat tinggal bersama ibunya, agar ia dapat menjaga kondisi kandungannya. Suaminya pun menikmati kesendirian di rumah, walaupun sesekali teringat dengan sang istri ketika kondisi sakit atau mengerjakan pekerjaan rumah. Sampai pada suatu saat ia mendengar cerita dari temannya yang menikah dengan seorang wanita mesir. Ia menjelaskan berbagai pengorbanannya demi menikahi perempuan tersebut, sampai pada akhirnya ia ditinggalkan oleh perempuan tersebut. Setelah memiliki beberapa anak, wanita tersebut menikah dengan kekasih lamanya orang mesir. Perangai wanita Mesir tak sama seperti apa yang ia bayangkan. Ketika ia berniat untuk kembali ke pelukan sang istri, semuanya sudah terlambat. Satu minggu sebelum itu, sang istri meninggal karena terjatuh dalam kamar mandi. Sampai akhir hayatnya sang istri tak ingin mengganggu suaminya. Ia berpesan pada keluarganya agar tidak memberi tahu akan kondisinya kepada sang suami yang tengah dalam pelatihan. Begitu cintanya Raihana pada suaminya, semua cintanya terbalaskan ketika ia sudah tiada. Penyesalan mendalam menghantui suaminya. Ia ingin Raihana hidup kembali, menikmati manisnya cinta dan membina keluarga bahagia.

Novel mini kedua bercerita tentang, seorang wanita yang baru saja lulus dari kuliah kedokterannya. Semua angan-angan bahagia menjelang wisuda harus terhapuskan karena sebuah surat. Surat dari ayahnya, ayahnya meminta dirinya untuk bersedia menikah dengan anak dari tokoh kenamaan setempat. Lelaki tersebut terkenal dengan perilaku buruknya, bahkan teman lamanya dihamili oleh sang lelaki itu. Ia tak rela menikah dengan lelaki tersebut, namun hutang yang membelit ayahnya kepada tokoh tersebut membuat dirinya dirundung kesedihan tak berujung. Selama ini ia tinggal bersama teman dekat ibunya, ibunya telah meninggal ketika ia kecil. Ibunya menitipkan dia kepada sang sahabat. Ia pun tinggal di Jakarta hingga dewasa. Sahabat ibunya tersebut memiliki seorang anak lelaki, ia dan anak lelakinya bagaikan adik dan kakak. Pada saat kepulangan kakaknya dari kuliah di Mesir, hanya untuk sekedar melihat wisuda adiknya, ia menceritakan segalanya. Walaupun cukup membutuhkan waktu lama untuk dapat menceritakannya. Akhirnya kakaknya mendapatkan penyelesaiannya. Ketika dalam perbincangan makan malam di Jakarta, semalam sebelum hari wisuda. Semuanya terpecahkan. Sang kakak mengakui bahwa mereka saling mencintai sejak SMP, semua hal itu wajar karena mereka memang bukan mahram. Sang kakak memutuskan untuk menikah dengan adiknya malam itu juga, dengan segenap keyakinan. Adiknya pun hanya mengiyakan saja dengan perasaan tak menentu yang bergemuruh di dalam hati. Acara pernikahan telah disiapkan dengan sukses sejak tadipagi oleh kakaknya. Setelah acara pernikahan, sang kakak memberitahu kebenaran semuanya. Sebenarnya ia mencintai adiknya sejak pagi sebelum pernikahan, ketika ibunya bercerita bahwa ingin didampingi hari tuanya oleh sang adik. Ibunya begitu mencintai sang adik. Adiknya pun menyatakan bahwa ia baru mencintai kakaknya, ketika sang kakak menyatakan keseriusan segenap hati untuk menikahinya. Cerita cinta diluar dugaan. Tak akan ada yang pernah menyangka apa alasan sebenarnya.

Untuk mengetahui cerita lebih lengkapnya silahkan baca Pudarnya Pesona Cleopatra(PPC)!

One thought on “Pudarnya Pesona Cleopatra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s