Bangkitnya Perfilman Indonesia

Kebangkitan dunia perfilman Indonesia bermula sekitar akhir 90′ an. Ketika Petualangan Sherina dan Ada Apa Dengan Cinta muncul, perfilman Indonesia seperti menemukan kembali nyawanya yang dulu hilang. Jumlah penonton membludak, butuh usaha keras demi mendapatkan tiket pertunjukan kedua film tersebut. Kualitas keduanya bisa dibilang bagus, terlebih lagi keduanya muncul ketika perfilman Indonesia sedang tidak bisa menemukan ruh nya.

Dari tahun ke tahu semakin banyak film-film Indonesia bermunculan. Kebanyakan bertema horor, film horor mendapat tempat tersendiri di hati para penikmat film di Indonesia.  Jelangkung, Tusuk Jelangkung, Kuntilanak, Suster Ngesot, Terowongan Casablanca, dan masih banyak lagi film horor. Di tempat kedua ada film dengan genre komedi. Film-film seperti Jomblo, Cinta 24 Karat, Get Married, Janji Joni, Naga Bonar Jadi 2, dan lain lain membuat masyarakat penasaran untuk menontonnya dan melepaskan tawa mereka ketika menontonnya.

Namun diantara sekian banyak film Indonesia hanya segelintir saja yang mampu menembus box office. Get Married dan Naga Bonar Jadi 2 adalah contoh film-film yang mampu mendapatkan gelar film box office. Lebih dari satu juta penonton menyaksikan kedua film tersebut, walaupun jumlahnya masih kalah dibandingkan AADC atau Petualangan Sherina hal tersebut merupakan prestasi bagi keduanya. Mengapa kedua film tersebut ditonton oleh begitu banyak orang? Pastinya karena keduanya memiliki kualitas dan dapat menyuguhkan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan yang lain.

Pada awal tahun 2008 ini, banyak sekali film Indonesia yang diproduksi oleh anak bangsa. Namun sepertinya kali ini bukan hanya film ber-genre horor atau komedi saja yang mendapatkan tempat di hati penikmat film. Film ber-genre religi pun dapat menyihir masyarakat Indonesia yang haus akan tontonan berkualitas. Ayat-Ayat Cinta menjadi film paling fenomenal, lebih dari 3 juta penonton telah menyaksikannya. Dalam waktu yang sangat singkat film tersebut membuat orang-orang menyempatkan diri untuk ke bioskop, bahkan orang-orang yang hampir tidak pernah terlihat ke bioskop berbondong-bondong untuk menontonnya. Kesuksesannya tak lepas dari novel nya yang sangat terkenal dengan judul yang sama, Ayat-Ayat Cinta. Kemunculan film bertema religi ini disusul dengan Kun Fayakun, film persembahan dari wisata hati ini baru saja dirilis. Semoga saja antusiasme penonton sama dengan antusiasme ketika Ayat-Ayat Cinta diputar. Ketika Cinta Bertasbih pun akan muncul kemudian, kita tunggu saja tanggal mainnya.

Pada awal tahun 2008 ini film-film horor, komedi, dan cinta juga masih menunjukkan jati dirinya: Drop Out, 40 Hari Kebangkitan Pocong, In The Name of Love, Kekasih, Tali Pocong Perawan, Claudia Jasmine, Love, dll. Sepertinya anak bangsa tak henti-hentinya berkarya dan ini semua merupakan prestasi bagus. Lebih baiknya semua film yang digarap memiliki makna dibaliknya dan dapat menyampaikan pesan tertentu kepada penontonnya.

15 thoughts on “Bangkitnya Perfilman Indonesia

  1. hmmm… bunda nih engga terlalu suka sama film2 horor dan jarang2 bela2in ngantri di bioskop untuk nonton sebuah film (kecuali petualangan sherina ama AADC) :mrgreen:
    Yang jelas film2 indonesia jaman sekarang sudah tidak “polos” spt dulu…
    agak ketar ketir juga kalo banyak remaja yg hanya taunya nonton film tapi tdk mengambil hikmah yang terkandung di dalam filmnya🙂
    Maju terus perfileman indonesia..
    Maju terus juga buat Aya.. 🙂

  2. Saya justru berpendapat sekarang ini sedang dalam kondisi jenuh. Tema yang diangkat selalu saja berkutat di cinta remaja, setan atau tentang sex? prediksi saya tahun 2008 adalah tahunnya film2 yang diangkat dari novel.

    Tema seperti naga bonar cukup langka, mudah2an tidak terlalu banyak film religi tapi esensinya kering.😀

  3. >wennyaulia: wah bener tuh, bosen banget.
    >bunda menik: terima kasih bunda….hehe.
    >sabil: amin…
    >DensS cessario: kita aja yok bikin film perang. eh gw suka film dokumenter nya nazi-nazi gitu loh. seru! haha.
    >Donny Reza: Tema yang diangkat seakan “latah”. Jika tema tersebut laku di pasaran maka akan dibuat film yang sejenis dalam jumlah banyak.
    >adams: yoi, seru tuh.
    >hanggadamai: betul sekali.

  4. Gw emang suka perfilman Indonesia. Tapi jarang ngantri dibioskop buat nonton perfilman Indonesia. Beneran gw rutin nyewa kaset.. He,he,, Pokoke ciayo deh buat our country!!

  5. Tahun 2009 banyak film bagus lho seperti Pintu Terlarang, Generasi Biru, King, Ketika Cinta Bertasbih.
    Semuanya terserah ma yang nonton kok. Pilihan kamu mencerminka intelektualitas dirimu hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s