GEMA(Majalah Sekolah SMP Labschool Jakarta)

 

Sebuah organisasi sekolah yang terbentuk pada pertengahan tahun 90′ an di SMP Labschool Jakarta. Awalnya hanya sebuah koran, kemudian dikembangkan menjadi sebuah majalah. Anggotanya berasal dari siswa-siswi SMP Labschool Jakarta, direkrut melalui sebuah acara bernama “Studi Jurnalistik”. Studi Jurnalistik diadakan tiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Pesertanya pun tidaklah sedikit, pada kenyataannya banyak anak muda mencintai dunia jurnalstik dan ingin mengetahui seluk-beluk dunia jurnalistik lebih dalam langsung dari pakarnya. Setelah melalui berbagai proses maka mereka akan disaring menjadi anggota redaksi GEMA. Menjadi anggota redaksi GEMA sendiri tidaklah mudah. Kami harus mengorbankan waktu dan tenaga untuk memenuhi deadline, walaupun hanya terbit setiap akhir semester. Melakukan tugas selama Kegiatan Belajar Mengajar berlangsung agak sulit dilakukan. Selain sulit mendapat izin dari guru, kami sendiri tidak ingin mengorbankan pelajaran, terlebih lagi jika sudah kelas 9. Maka dari itu guru-guru membuat kebijakan, setelah kelas 9 kami hanya akan tergabung dalam posisi Dewan Redaksi, posisi yang tidak mengharuskan anggotanya untuk bekerja, hanya mengontrol kegiatan yang ada.

Kali ini aku tidak akan menceritakan lebih dalam tentang apa itu GEMA ataupun apa saja yang dilakukan GEMA serta prestasi dan kegiatan apa saja yang GEMA telah lakukan. Kali ini aku akan menceritakan semua pengalamanku bersama organisasi ini, kecintaanku pada organisasi sekolah ini.

Pada awalnya aku sama sekali tidak berminat untuk bergabung dengan organisasi ini, apalah keuntungan dari organisasi ini?! Tidak dikenal oleh orang lain, tidak seperti kita mengikuti OSIS. Jika menjadi OSIS, hampir semua orang di sekolah akan mengenal siapa aku dan pekerjaannya terlihat lebih menyenangkan. Apa enaknya mencari-cari berita? Menerbitkan majalah yang hampir tiga perempat bagiannya tidak berwarna. Hanya majalah tak bermodal. Tidak akan ada keuntungannya.

Namun, pada saat Studi Jurnalistik diadakan, aku mengikutinya. Awal-awalnya hanya iseng mengisi waktu, sekaligus ikut-ikutan beberapa teman yang mengikuti kegiatan ini. Aku pun mendaftarkan diri pada hari terakhir pendaftaran, bisa dilihat, aku sama sekali tidak menaruh minat. Pada saat acara berlangsung, aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama teman-teman. Hanya beberapa materi yang aku cermati, materi yang menurutku cukup menarik untuk diperhatikan. Saat wawancara perekrutan aku menjawab pertanyaan dengan penuh keyakinan, aku memberikan jawaban terbaik. Aku pun mengungkapkan bahwa aku ingin menjadi seorang ketua redaksi, padahal…..aku hanya iseng belaka. Dan pada hari pengumuman aku melihat namaku pada deretan peserta yang berhasil diterima, akhirnya aku menjalani semua kegiatan sebagai anggota. Aku tidak mungkin melepaskan semuanya, aku harus menjalaninya.

Pada saat perekrutan OSIS, aku sangat antusias. Aku tidak lagi memikirkan GEMA, tidak ada urusan lagi denganku. Aku rela tidak tidur untuk membuat Name Tag yang tingkat kesulitannya bisa dibilang sangat tinggi. Namun semuanya harus aku relakan, aku tidak berhasil menembus proses rekrutmen hingga tahap terakhir. Aku harus menerimanya. Perasaan kecewa menderaku hingga berhari-hari, aku tidak berhasil menemukan jalan untuk melepaskan semua kekecewaan. Akhirnya aku menemukan sebuah jalan, aku tidak ingin kecewa. Aku tidak ingin menjadikan OSIS sebagai harapan terakhir dalam organisasi sekolah, aku pun serius menjalankan tugas dalam GEMA. Akulah yang berinisiatif untuk mengaktifkan GEMA di angkatanku. Setelah melihat keseriusanku, aku ditunjuk oleh guru-guru sebagai Ketua Redaksi.

adin aya kak meutyamoderator studi jurnalistik(ki-ka: adin, aya, kak meutya)

Aku menikmati hari-hari selama di GEMA dan menikmati jabatanku yang baru, ketua redaksi. Aku berhasil menemukan tempat yang lebih baik di GEMA, aku tidak menemukan senioritas dan perpecahan di dalam GEMA. Semuanya berkumpul menjadi satu, bagaikan saudara. Selain jabatan, pekerjaan, dan nilai lebih pada bahasa Indonesia, aku berhasil menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga, persaudaraan dan persahabatan. Aku yakin akan sulit mendapatkan semuanya di tempat lain. Aku menjalin hubungan dengan junior-junior di GEMA dengan baik, seperti memiliki adik, aku memperlakukan mereka selayaknya saudara. Mereka tetap menghormatiku sebagai ketua redaksi, aku pun menghormati mereka sebagai anggota(termasuk teman-temanku). Gelak tawa dan canda mengisi keseharian selama di GEMA, tidak ada suara tawa bukan GEMA namanya. Walaupun kami sering sekali lelah karena harus bolak-balik ruang komputer untuk mengerjakan artikel dan diburu-buru oleh waktu, kami menikmatinya saja. Berurusan dengan orang-orang yang kurang menyenangkan harus diterima, mungkin ini salah satu risiko menjadi jurnalis. Dari organisasi inilah aku mulai mencintai jurnalistik dan serius pada bidang satu ini.

Harapanku, GEMA dapat berkembang menjadi lebih baik. Kekurangan dari segi majalah dapat ditemukan, seperti tiga perempat halamannya yang tidak full colour. Namun aku dapat meyakinkan kalian semua, bahwa di dalam organisasi ini penuh dengan warna yang tidak dapat ditemukan di organisasi lain. Warna kehidupan yang membuatku senang dapat bercengkrama dengannya. Bagian kehidupan yang tidak akan pernah aku lupakan, disinilah aku mendapatkan jabatan pertamaku, disinilah aku menemukan sahabat.

22 thoughts on “GEMA(Majalah Sekolah SMP Labschool Jakarta)

  1. wah..
    project bagus ini..
    semoga bisa menyerap ‘pangsa pasar’..
    karena, harus diakui, mengajak orang untuk membaca itu lumayan sulit..
    semangat ya aya..!!
    sukses..!!

  2. Omjay salut atas prestasi aya memimpin gema. kembangkan terus bakat menulismu. Omjay yakin kamu akan jadi seorang jurnalis yang hebat, dan jangan lupa untuk selalu membantu adik-adik di majalah gema smp labschool Jakarta. Semoga sukses selalu.

  3. Saya awalnya Marketing alat-alat sekolah namun sekarang karena tuntutan perusahaan untuk ikut berpartisipasi dan memasarkan Majalah InPend yaitu Informasi Pendidikan, sehingga saya terjun juga sebagai Wartawan yang meliput sekolah-sekolah yang berprestasi baik itu prestasi guru dan prestasi anak-anak murid. kejutan buat saya tapi saya menyukainya. saran saya tetap Semangat ! miliki motivasi tinggi yang didasari kemauan juga pengetahuan jurnalistik.

  4. duh.. baca postingan kamu bikin gw inget masa-masa pas lagi ribet-ribetnya ngejar deadline.. juga pas lagi rame-ramenya di perpus kecil ngerjain artikel..

    Gw juga mantan redaksi GEMA, loh.. Udah 4 tahun yang lalu, sih… Seneng begitu tau GEMA masih ada… hikss..*

  5. Omong-omong, majalahnya SMPK 2 BPK PENABUR juga namanya GEMA loh..

    Pernah dibuat singkatannya :
    Give us inspiration
    Encourage People to perform excellent
    Meaningful for you and me
    Artistic

    GEMA SMPK 2 memiliki situs internet kecil-kecilan, berbasis Windows Live, sehingga otomatis memiliki e-mail majalahGEMA@live.com
    Di website GEMA SMPK 2 ( tinyurl.com/majalahgema ), tersedia majalah GEMA SMPK 2 edisi digital untuk diunduh (download) secara gratis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s