Fenomena Film Ayat-Ayat Cinta

“Ayat-Ayat Cinta”, tiga suku kata yang dapat menyihir jutaan orang di Indonesia. Bukunya telah berhasil terjual lebih kurang 400.000 eksemplar. Filmnya hingga saat ini telah ditonton 3,5 juta orang dan angka tersebut masih dapat bertambah karena film tersebut belumlah selesai ditayangkan di bioskop-bioskop Indonesia. Angka yang dapat membelalak mata setiap orang. Kesuksesannya tersebut tak jauh dari sang penulis karya fenomenal tersebut, Habibburahman El-Shirazy. Rangkaian kata-kata indah serta pelajaran tentang cinta dan Islam memikat hati jutaan rakyat Indonesia penikmat film dan buku. Perbedaan terdapat di antara buku dan filmnya, namun dialog dan kata-kata yang sarat akan makna benar-benar terdapat di keduanya. Beberapa orang menyatakan bahwa hatinya gerimis ketika membaca ataupun menyaksikan filmnya.

Saat ini yang paling hangat dijadikan pembicaraan adalah filmnya yang fenomenal, tak kalah dengan bukunya. Film tersebut telah menewaskan angka penonton beberapa film box office Indonesia lainnya. Naga Bonar jadi 2 dan Get Married berhasil di kalahkan. Sedikit lagi jika sudah mencapai angka lebih dari 4 juta penonton, film Indonesia yang merupakan film dikala awal hidupnya kembali film Indonesia yakni Ada Apa Dengan Cinta? pun akan dikalahkan. Tetapi dibalik keberhasilan semua film tersebut, film Ayat-Ayat Cinta berhasil menarik perhatian jutaan penonton dalam kurun waktu sangat cepat. 3,5 juta penonton dalam waktu sekitar satu bulan lebih. AADC sendiri berhasil mencapai angka 4 juta penonton dalam waktu 4 bulan, cukup lama dibandingkan AAC.

Bukan hanya dari segi cerita dan jumlah penontonnya yang membuat film tersebut fenomenal. Film tersebut telah menarik perhatian petinggi-petinggi negara Indonesia seperti wakil presiden dan presiden. Belum ada film Indonesia yang ditonton oleh dua orang paling penting di negara. Wakil presiden Jusuf Kalla menonton film tersebut dengan istri dan beberapa menteri di XXI Plaza Senayan. Wapres menyatakan bahwa film tersebut membuatnya urung untuk keluar sedetikpun untuk ke kamar kecil. Selain itu wapres melihat bahwa film tersebut membuat penonton dihadapkan pada alasan rasionalitas yang terdapat dalam alur cerita. Ia memuji hasil karya anak bangsa tersebut. Presiden SBY seakan tak mau kalah dengan Wapres Jusuf Kalla, beliau menonton film tersebut bersama keluarga, beberapa menteri, dan duta-duta besar. Beliau menontonnya di XXI EX, sebanyak 4 studio menayangkan film yang sama, yakni Ayat-Ayat Cinta. XXI EX ditutup untuk umum selama presiden menonton. Presiden menyatakan bahwa beliau harus menyeka air matanya ketika melihat bagian-bagian dari film tersebut. Beliau tersentuh akan cerita yang sarat akan pelajaran mengenai agama Islam tersebut. Ia berharap bahwa film-film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negara sendiri. Pujian mengalir dari mulut sang pemimpin negara.

Fenomenal bukan? Presiden hingga menyempatkan waktunya untuk menonton film tersebut. Carissa Puteri, pemeran Maria menyatakan sangat senang bahwa film layar lebar perdananya dapat ditonton oleh pemimpin negara, ia tak menyangka film layar lebar perdananya tersebut dapat menarik perhatian jutaan orang. Namun, kisah pembajakan mencoreng kesuksesan tersebut. Ribuan CD bajakan Ayat-Ayat Cinta tersebar luas di beberapa penjaja CD film. Tak seharusnya mereka membajak, film anak Indonesia dibajak? Janganlah memperburuk keadaan negara. Pembelinya pun tak seharusnya mengeluarkan uang demi menonton CD bajakan. Hargailah karya anak bangsa, menonton di bioskop tidaklah mahal. Beberapa bioskop memasang tarif murah, apa ruginya menonton di bioskop? Janganlah pula mengupload hasil bajakan film tersebut dalam komputer, upaya tersebut hanya akan merugikan pihak pembuat dan pemain film. Hendaklah kita tidak merugikan orang lain dengan perbuatan kita. Tonton yang asli, bukan yang bajakan.

sumber gambar: http://www.ayatayatcintathemovie.com

31 thoughts on “Fenomena Film Ayat-Ayat Cinta

  1. “Tonton yang asli, bukan yang bajakan.”

    Haha… Mo Bajakan kek, Mo Asli kek. Aku Nonton di Youtube aja haha^^

    *aku gak suka film percintaan* *gak ngerti soalnye*

    Kukira entry ini ttg issue2… hehe… review ye?

  2. Iya deh, aku nonton di Bioskop ( Bioskop kan berarti aseli ) tetapi keknya musti bareng sama temen deh, terutama temen tsb hrs lawan jenis wakakak tp dipikir2 Is It Worth it, Setelah melihat SBY nonton, aye juga keknya nonton deh full-nya… gak setengah2 denger2 temen2 ngobrolin AAC sedangkan gw sibuk ngupil di kelas hohoho

  3. wedeh si miss bob… huahahah. kalimat demi kalimat dalam blogmu telah menyihir jiwaku untuk terus membacanya. huahahaha. miss bob, gaya bahasamu telah melampaui standar anak smp kelas 3. tapi keren lho. love you miss bobbbbb!!!

  4. waw. gw sih belom nonton ini film, gw dah baca bukunya dan emang bagus banget😀
    tapi ini film aslinya bisa lebih bagus lho, sayang kayaknyanya ph yang bikin ini film rada mentingin keuntungan komersialnya. Hehehe

    Cheers !

  5. Memang fenomenal, namun kata penulis novelnya, film ini tidak sepenuhnya menceritak isi novel, tapi sudah bagus kok, buktinya banyak pejabat yang terharu dan udah melihat !

    “Tonton yang asli, bukan yang bajakan.”
    Wah terlambat, kemarin aku tidak sengaja nonton yang bajakan … he 3x

  6. “Beberapa bioskop memasang tarif murah, apa ruginya menonton di bioskop?”

    walopun tiket bioskop murah, klo gara2 pengen nonton AAC dibioskop?? kpn nontonnya?? balik ke indo aja gag tau kpn?? klo di bela2in pulang cm buat nonton, harga tiketnya jd mahal dong kan ketambahan tiket pesawat”
    jadi mohon maaf deh klo hrs download dr inet

  7. stop bajakan, tp yg asli mahal tenan, dan gak ada usaha untuk nurunin harga2 itu, maunya sih emang yg asli tp gak semua penduduk di indonesia ini mampu untuk itu non, lihatlah ke sekeliling sesekali..🙂

  8. >hanggadamai: hyah…hehe.
    >antown: mungkin aja, saking “booming” nya.
    >wawa: thank you wawa…haha
    >adin: wets, nntn dong…
    >Mardiant: emang sukses membuat nangis pejabat termasuk sby.
    >ventin: wah, kalo buat mbak sih pengecualian tersendiri. boleh kok download. hehe
    >lipes: wah, mentang2 gw poto bergaya ala AAC jadi fahri. haha, waalaikumsallam.
    >mittamit:boleh kok di link..
    >warmorning: ya emang, skrg masing2 balik ke diri sendiri dan pemerintah. Pemerintah jga mustinya buat kebijakan biar harganya gak mahal, 10 ribu jg udah bisa nntn di bioskop. hampir sama dg harga cd.

  9. Aku bukan tinggal di Indo. Jadi boleh ya donlot dari internet. *pengecualian*🙂 Overall bagus la nie pilem. Biar pilem kita ga melulu cinta2 an anak SMA ato pilem hantu.

  10. Wah,,,,,,,novel dan film ayat-ayat cinta BGS BGT,,,,,
    Baru pertama X ni q sk ma film. gara-garanya ntn ayat-ayat cinta. Sumpah, ni bnr-bnr gebrakan yg membangkitkan karya anak-anak bangsa. Pesan moral yg dsmpkn dlm film n novely sngt brharga. Bisa meningkatkan imtaq Qt kpd Allah SWT. Congratulation Yawwh,,,,,,,,,***

  11. wah kalo saia termasuk yg agak kontra.. terlalu banyak perbedaan yg tidak beralasan dgn nopelnya.. dari awalnya aja si fahri udah ditonjok.. terus si nurulnya gimana gitu.. bapak sama adiknya maria gag ada..

    overall, emang bagus, tapi sampe sekarang blm berminat nonton sampe abis😀

  12. AAC

    bagian depan : lumayan
    bagian tengah : jelek
    bagian akhir : mantabbb….

    overall ..lumayan lah …[kok ga ada adegan action yah ? tembak-tembakan kek… kejar–kejaran ma preman kek hehehe…]

  13. wah klo novelnya belum sempet baca tapi filmya bagus menurutku yang gak suka nonton, tapi kok interiornya kursi, meja, tempat tidur, meja rias dll kok bukan mirip di kairo tapi itu mebel jawa asli??????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s