Kontroversi Ujian Nasional

Hingga saat ini kehadiran Ujian Nasional masih menjadi sebuah kontroversi dunia pendidikan. Pelajar dari tingkat Sekolah Menegah Pertama, Sekolah Menegah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan merasa bahwa Ujian Nasional adalah sebuah proses ketidakadilan. Mereka merasa bahwa ujian yang hanya 4 mata pelajaran(untuk SMP) dan 6 mata pelajaran(untuk SMA dan SMK) tidak sepantasnya memutuskan perjuangan mereka selama 3 tahun menempuh pendidikan di tahap masing-masing.

Perjuangan kami selama 3 tahun tak sepatutnya hanya ditentukan oleh 3 mata pelajaran. Selama 3 tahun ini kami sudah belajar sangat keras untuk berbagai mata pelajaran. Tidak hanya 4 atau 6 mata pelajaran saja yang kami pelajari di sekolah, banyak sekali pelajaran yang kami sudah pelajari dengan susah payah. Memang sebelumnya hanya 3 mata pelajaran dan beban kami tak sebanyak sekarang ini. Tetapi 3,4, atau 6 pelajaran tidak begitu berarti untuk kami. Tapi perhatian dari pemerintah dengan menentukan nasib ijazah kelulusan kami hanya dengan 4 atau 6 pelajaran sangatlah tidak adil. Apalagi jika nilai yang kami peroleh pada kesempatan-kesempatan sebelumnya cukup bagus, namun ketika kami sedang dalam kondisi yang cukup baik untuk mengerjakan berentetan soal yang telah disediakan untuk Ujian Nasional dan mendapati nilai kami tidak mencukupi untuk lulus setelah 3 tahun berjuang. Apakah ini adil? Sepatutnya bukan hanya nilai Ujian Nasional dan batasan nilai dari pemerintah yang menetukan kelulusan kami. Pihak sekolah lebih patut menentukan nasib kami.

Selain itu juga, untuk siswa-siswi SMP. Nilai UN selain menetukan kelulusan juga menentukan dimana selanjutnya kami akan menempuh jenjang pendidikan. Jika kami mendapatkan nilai yang tidak memuaskan, kami harus rela menerima untuk memasuki SMA yang kualitasnya tidak terlalu bagus dan SMA yang sebenarnya tidak kami inginkan. Namun mau dikata apa lagi. Inilah kebijakan pemerintah untuk kami. Kebijakan yang menentukan masa depan kami. Kebijakan yang bisa saja memutus semua angan-angan dan cita-cita kami. Kebijakan yang membuat beberapa anak ingin bunuh diri dibuatnya. Kebijakan yang membuat kami getar-getir sebelum menghadapinya. Kami harap pemerintah akan lebih baik kepada kami ketika membuat sebuah kebijakan. Dan kebijakan itu bisa menjadi hal terbaik yang menentukan masa depan kami.

4 thoughts on “Kontroversi Ujian Nasional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s