Upin dan Ipin

29 09 2008

Wets, udah pernah nonton film kartun yang satu ini belom? gw saranin buat nonton film kartun ini, selain lucu, banyak pelajaran yang bisa diambil dari film yang satu ini. Kartun yang berasal dari Malaysia ini jadi tontonan favorit gw. Adanya setiap ramadhan, tapi sayangnya di Indonesia baru sekali aja ditayangin di TPI. Read the rest of this entry »





Pudarnya Pesona Cleopatra

19 05 2008

 

Sebuah buku lama karya Habiburrahman El-Shirazy, belum lama ini gw beli. Kebanyakan buku sang pengarang satu ini terkenal dengan ketebalannya. Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih 1&2, dan Dalam Mihrab Cinta tebalnya mencapai beratus-ratus halaman. Namun, novel ini dikemas dalam tampilan yang berbeda. Terdiri dari dua novel mini, novel ini menceritakan perjalanan cinta anak manusia. Seperti buku-buku terdahulu yang tak pernah berpaling dari tema cinta, Read the rest of this entry »





Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2

20 03 2008

Kedua buku tersebut mempunyai keterkaitan satu sama lain. Pengarang dari buku tersebut adalah penulis novel fenomenal“Ayat-Ayat Cinta”, Habibburahman El-Shirazy. Read the rest of this entry »





Ketertarikanku tentang Jihad

8 02 2008

Untuk anak seumurku, mungkin tema yang sedang hangat menjadi pembicaraan adalah kedatangan para artis mancanegara ke Indonesia. Kedatangan mereka dalam rangka mengadakan konser di salah satu negara Asia Tenggara ini. Atau sekedar gosip teman-teman di sekolah, dapat menjadi topik yang paling ingin dibicarakan oleh mereka. Tetapi untukku, sulit untuk mencari teman yang tertarik membicarakan Jihad. Aku begitu tertarik dengan hal tersebut, setiap harinya aku Read the rest of this entry »





168 Jam dalam Sandera

5 01 2008

“This book makes me crazy!”. Kata-kata itu emang yang paling cocok buat buku yang satu ini. Setelah gw baca semua isinya, sedikit demi sedikit buku ini ngubah hidup gw. Dan gw seakan mau gila kalo buku ini sampe ilang. Buku ini menceritakan tentang kejadian yang dialami oleh si pengarangnya yang udah gak asing lagi namanya di telinga kita. Siapa lagi kalo bukan Meutya Viada Hafid yang hampir setiap hari membawakan berita di Metro TV dengan gayanya yang khas. Kejadian apa? Kejadian dimana dia dan rekan kerjanya, Budiantomenjadi sandera pasukan pergerakan di Irak yang menamakan diri mereka Jaish Al-Mujahideen. Buku ini menceritakan tentang detail-detail kejadian demi kejadian yang ia alami sebelum hingga pembebasan dari penyanderaan. Lebih dari itu semua, buku ini sendiri juga ngajarin gw tentang pentingnya berserah ke Allah SWT. Buku ini mengingatkan kita bahwa apa yang selama ini kita punya di dunia gak akan bisa membantu kita keluar dari suatu masalah, hanya dengan berdoa dan berserah sama Tuhan yang bisa membuat kita keluar dari masalah tersebut. Dan bukan cuma itu doank, buku ini juga mengajarkan banyak hal buat orang-orang yang tertarik ama jurnalistik. Kayak gw ini salah satunya, hehe! Kenapa begitu? Karena…..buku ini ngasih tau sama orang yang baru mau jadi wartawan dan yang udah jadi wartawan buat tau, ”Kapan Harus Berhenti” buat nyari berita, karena “Tidak ada berita yang nilainya lebih daripada nyawa”. Eh, daripada gw nyeritain secara garis besarnya doank, mendingan sekarang gw nyeritain tentang bagian-bagian cerita paling menarik dari buku ini. Kalo menurut gw sendiri sih, ampir semua bagian dari buku ini menarik. Masalahnya, si Penulis yang gak laen adalah idola gw sendiri(Meutya Hafid) bisa menceritakan dengan sangat baik. Sampe-sampe gw sendiri ngerasa kalo lagi berada di dalam situasi itu. Ikutan tegang, sedih, gembira, dll. Bagian dimana dia menceritakan tentang hari-hari sebelum ayahnya meninggal, bener-bener bikin gw sedih dan ikut merasakan kesedihannya. Pas dia nyeritain tentang program beasiswa yang dia dapetin, buat memicu semangat gw yang pengen dapetin beasiswa. Masa-masa kecilnya dia juga asik banget buat dibaca, lucu men! Waktu dia dikibulin ama penyanderanya juga asik banget buat dibaca. Penyandera nembakin senjatanya, seolah-olah kayak dia lagi nembakin budianto sama supir yang selama ini nemenin perjalanan mereka di Irak. Tapi ternyata, itu cuma kerjaan si penyandera buat nakut-nakutin sang Penulis ini. Wah kurang ajar lo men, nakut-nakutin idola gw aja. haha! Udah ah, daripada gw kepanjangan cerita isinya buku ini. Mendingan lo beli sendiri, harganya cuma Rp 44.000,00 doank. Buat buku yang sebagus dan setebel ini sih, termasuk murah. Cepetan beli, kalo gak ntar nyesel!