Cukup, Saya Lelah dengan Segala Konflik!

27 08 2009

Indonesia

Indonesia-Malaysia, masalah ada lagi…

Orang Indonesia terus menghujat Malaysia

Saya disini seorang bangsa Indonesia ada sedikit rasa kecewa juga terhadap Malaysia

Tapi ada sebuah ganjalan besar yang ada di dalam diri saya

Namun jika saya mengungkapkannya, mungkin saya sudah dijauhkan oleh khalayak ramai

Mungkin saya akan dikira sebagai pembangkang negara sendiri

Tapi sebenarnya tidak

Saya rasa, sudah cukup saya menjadi patung, sudah cukup saya merasakan panas di dalam hati, lelah…sudah sangat lelah. Saya rasa ungkapan dibawah ini adalah sebuah ekspresi dari segala kelelahan akan konflik yang ada Read the rest of this entry »





Antara Caddy Golf dan Capres-Cawapres

13 05 2009

Kenapa Judul yang saya angkat kali ini seperti ini? Tidak lain karena memang, berita-berita ini lah yang menjadi topik hangat pembicaraan orang-orang dan menjadi buruan berbagai media massa. Termasuk Televisi, yang memang tidak pernah saya lewatkan di setiap waktu senggang saya.  Menikmati berita-berita di televisi ditemani dengan website-website layaknya facebook adalah kegemaran saya. Berita-berita di Metro TV dan TV One adalah berita-berita yang menurut saya berita-berita terbaik. Tetapi kali ini saya merasa sedikit penat dengan berita caddy serta capres-cawapres. Read the rest of this entry »





Wartawan Jadi Caleg

8 10 2008

Semalam saya menonton tayangan di Metro TV yang memang biasanya saya tonton di hari Selasa. Today’s Dialogue, kali ini temanya sangat menarik: Wartawan Jadi Caleg. Berhubung saya sangat tertarik dengan dunia jurnalistik, maka dari itu saya rela tidak tidur hingga larut malam hanya untuk menonton tayangan tersebut sampai habis. Alasan lain adalah karena ada salah seorang idola saya, Meutya Hafid. Read the rest of this entry »





Cinta pada Negeri Orang

13 05 2008

Pernahkah merasakan perasaan cinta yang satu ini?

Jujur gw pernah merasakannya dan secara kasat mata pun walau tanpa pengakuan secara lisan dapat dilihat bahwa banyak sekali Warga Negara Indonesia yang jauh lebih mencintai negara lain dibandingkan negara sendiri. Tanpa ada pengakuan, semuanya bisa dilihat dengan jelas. Read the rest of this entry »





Indonesia-Malaysia, Damai Harus Dicapai!

17 02 2008

Sudah beberapa bulan ini, terjadi perseteruan hebat antara dua negara serumpun; Indonesia dan Malaysia. Kritikan terlontar satu sama lain dari kedua negara. Kata PERANG bisa saja muncul suatu saat nanti. Sebuah kata yang sangat tidak diinginkan di dunia ini. “Perang” kecil-kecilan sudah muncul dari kedua belah pihak. Read the rest of this entry »





Perjuangan Menerjang Banjir

2 02 2008

Banjir, banjir, dan banjir. Sebuah kata yang paling tepat untuk mewakili kota jakarta yang setiap tahunnya dilanda banjir. Padahal, biasanya banjir hanya melanda sekitar 5 tahun sekali. Tetapi, kali ini banjir melanda setiap tahunnya dengan tingkat keparahannya yang sudah tingkat tinggi. Dan banjir tahun ini melibatkan petualangan yang sangat seru di keluarga gw.  Tapi, pertama-tama gw gak melampirkan foto petualangan keluarga ini. Karena kami tidak ada waktu untuk mengambil foto kegilaan di tengah banjir, terlalu sibuk untuk jalan selamat pulang ke rumah. Read the rest of this entry »





Kepergian Sang Jendral Besar

29 01 2008

Kepergian seseorang dari dunia ini bukanlah hal yang aneh. Semua orang suatu saat akan meninggalkan dunia ini dan orang-orang yang mencintainya pun akan berdoa untuknya. Mungkin hanya beberapa orang yang mengenalnya yang akan berdoa untuknya. Dan orang yang tidak mengenalnya seakan tidak peduli akan siapa yang telah meninggal dan hanya bisa mengucapkan“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun” ketika melihat bendera kuning berkibar di sebuah sudut komplek perumahan.

Hal ini sangat terlihat berbeda ketika seorang tokoh nasional yang sudah cukup mendunia meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya. Seluruh orang bersimpati akan kematiannya, televisi tak henti-hentinya menayangkan berita kematian sang tokoh, serta seluruh lapisan masyarakat mendoakannya(sekalipun tidak mengenalnya dan hanya mengetahuinya melewati media massa). Semua itulah yang berlaku ketika seorang Jendral Besar H.M. Soeharto meninggal. Indonesia berduka, pemerintah menetapkan satu minggu penuh sebagai hari berkabung nasional. Bendera merah putih berkibar setengah tiang, ikut bersedih atas kematian putra terbaik yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Putra yang telah berjuang untuk memerdekakan negara Indonesia yang kita cintai dari penjajah dan menghentikan segala macam bentuk pemberontakan dari dalam diri bangsa ini.

“The Smiling General” kini telah pergi. Walaupun segala kontroversi atas kasus korupsi yang dituduhkan kepadanya masih saja bergejolak, bangsa Indonesia tetap bersedih akan kepergiannya. Banyak orang yang menghujat, banyak pula orang yang mengaguminya. Komentar pedas masih banyak yang terlontar dari mulut bangsa Indonesia, namun pujian akan segala jasanya juga tak berhenti mengalir dari derai kata-kata bangsa yang pernah ia satukan dan merdekakakan ini. Pro dan kontra menjadi hal yang sangat biasa dalam berpendapat dan menilai seseorang.

Iring-iringan jenazah menuju bandara Halim Perdanakusuma menjadi sebuah hal yang tidak dapat terlewatkan oleh masyarakat.  Jalan yang biasanya dipadati oleh mobil-mobil pribadi dan umum, kini dipadati oleh sekerumunan orang yang ingin melihat pahlawan bangsanya. Tidak hanya di Jakarta, Solo pun menjadi lautan manusia yang menunggu kedatangan jenazah sang pemimpin. Mereka ingin mengantar kepergian seseorang yang pernah menjadi pemimpin selama lebih kurang 30 tahun negara Indonesia ini. Pemimpin yang pada masa jabatannya harus menerima kritikan pedas dari mahasiswa dan terpaksa mundur dari jabatannya, dan disitulah dimulainya reformasi. Reformasi yang hingga 10 tahun ini belum juga mencapai suatu hal yang memuaskan. Masih bergerak statis di suatu tempat, apabila ada perubahan hanyalah perubahan kecil yang tak terlalu terlihat perkembangannya.

Terima kasih Pak Harto, jasa mu akan selalu kami kenang dalam hati dan akan kami bagi segala ceritamu kepada anak cucu kami. Bahwa mereka mempunyai seorang pemimpin yang merupakan putra bangsa terbaik yang pernah dimiliki Indonesia!