Kehilangan Sahabat?! Jangan Anggap Sebagai Akhir Dunia

15 06 2008

group of kids at play

Kehilangan seorang sahabat adalah sebuah cerita lama yang pasti akan terjadi dalam kehidupan nyata ini. Entah kehilangan karena sebuah permasalahan kecil, besar, ataupun ajal yang memang harus sudah ditemui. Untuk seorang Aya, kehilangan seorang sahabat bukan hal yang tidak pernah dialami. Jujur saya pernah mengalaminya beberapa kali. Banyak persoalan kecil maupun besar yang menyebabkan sahabat-sahabat lama tersebut sekarang ini hanya menjadi kawan biasa saja, tidak memiliki ikatan batin seerat dulu ketika menjalin tali persahabatan. Tetapi sebaik mungkin, saya akan tetap menjalin hubungan dengan sahabat-sahabat lama dulu itu. Walaupun hanya menjadi seorang kawan biasa, hubungan baik antar manusia harus tetap dijalani. Terlebih lagi hubungan baik sesama umat Islam, haruslah dibina sebaik mungkin.

Young people having fun and being active

Harus diakui bahwa pada awalnya kehilangan seorang sahabat rasanya sangat menyakitkan. Tapi setelah mengetahui berbagai pelajaran kehidupan bahwa dunia ini tidak abadi terlebih lagi seorang sahabat dan hanya Allah SWT yang abadi di dunia ini. Jadi saya lebih memilih untuk tidak begitu mengagungkan kehadiran seorang sahabat. Sahabat memang pemanis dalam kehidupan ini, tapi suatu saat mereka bisa juga memberikan efek buruk kepada kita. Jadi lebih baik tidak mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah.

Saya akan membagi sebuah cerita kecil masa kehilangan seorang sahabat. Walaupun sahabat tersebut masih menganggap saya sebagai sahabat, tapi bagi saya dia hanyalah seorang kawan. Kepercayaan tidak lagi diberikan sepenuhnya kepada saya. Tidak ada lagi cerita yang ingin dibagi olehnya, semua hanya untuk teman-teman barunya.

Semasa menduduki bangku Sekolah Dasar saya tidak sempat menuntaskan pembelajaran di SDI Al-Azhar 9 Kemang Pratama, Bekasi. Kelas 5 pertengahan semester 1 saya melanjutkan ke SDNP KOMP. IKIP, Jakarta Timur. Di sana saya disambut dengan ramah oleh kawan-kawan baru. Bahkan bisa dibilang saya bisa mendapatkan kawan dengan mudah. Memasuki semester dua saya mendapatkan sahabat-sahabat baru. Hingga kelas 6 kami selalu bersama dan tidak terpisahkan. Jumlah kami bisa dibilang banyak dan persahabatan kami sangatlah erat. Tidak ada orang lain yang dapat mengganggu gugat. Sebelum memasuki jenjang pendidikan SMP, kami pernah berjanji untuk tidak saling melupakan dan menjalin persahabatan seperti saat itu. Tapi setelah memasuki SMP, semuanya terlupakan sudah. Pada awal SMP adalah masa teman-teman saya tergila-gila dengan kakak kelas 3. Setiap hari yang dibicarakan hanyalah kakak-kakak kelas itu. Selain itu teman-teman baru telah didapatkan juga. Ada seorang sahabat yang menyukai kakak kelas, ia kerap berbagi cerita dengan teman yang baru dikenal. Sedangkan ketika aku bertanya siapakah kakak kelas tersebut, ia selalu menyembunyikannya. Enggan menceritakannya kepada sahabatnya ini. Setelah sekian lama berjalan, ia baru mau menceritakan siapa kakak kelas itu. Rasanya saya yang paling terakhir tahu. Pada lain kesempatan, dia mengalami masalah dengan sahabat-sahabat baru. Dia selalu bercerita kepadaku dan kemanapun pergi selalu bersama diriku. Setelah semua masalah selesai, ia masih suka menyapa dan berkata bahwa ia rindu kepadaku. Tapi lama-kelamaan, ia mulai melupakan aku kembali. Aku menjadi seorang kawan biasa saja lagi. Rasanya tidak begitu menyakitkan, tapi sangat sulit dikiaskan dengan kata-kata. Tidak dapat tergambarkan.

 

Vector illustration of paper people chain

Pada salah seorang sahabat yang lain, dulu ia begitu ramah dan kami pernah menjalin hubungan persahabatan sangat erat. Sama-sama berjanji untuk tidak saling melupakan. Pada permulaan semester satu kelas 7, Saya pernah berkata kepada dia via comment friendster untuk tidak saling melupakan. Dia pun berkata bahwa tidak akan pernah melupakan sahabat terbaiknya ini. Tapi semuanya sirna dan tidak dapat dibuktikan. Semester dua kelas 7 semuanya dapat terlihat dengan jelas, dalam waktu sangat singkat dia sudah bisa melupakan saya sebagai seorang sahabat. Cepat sekali! Dalam hitungan bulan terlupakan semua. Sekarang ketika kami berpapasan tidak ada lagi sapaan. Saya ingin menyapa namun tidak tahu harus berkata apa. Takut terjadi salah pengertian. Akhirnya jika kami bertemu hanya menjadi angin lalu saja.

Tetap harus diingat bahwa sahabat tidak ada yang abadi. Aku tidak menganggap kehilangan seorang sahabat menjadi akhir dari segalanya. Masih banyak sahabat-sahabat lain di dunia ini yang bisa kita temukan. Dunia ini luas dan sangat banyak orang di dalamnya. Bersahabat dengan kawan antarbangsa pun tak akan menjadi masalah. Sahabat memang mengambil andil dalam kehidupan. Hidup terasa kosong tanpa kehadiran sahabat. Namun harus diingat kembali, sahabat tidak abadi. Jadikanlah Allah SWT sebagai sahabat, kekasih, dan segalanya bagi kita. Lebih baik kita memuja-Nya daripada harus memuja manusia-manusia yang kerap jatuh dalam kesalahan.


Actions

Information

14 responses

16 06 2008
yusdi

sampai sekarang saya belum dapet yang namanya sahabat….hiks hikss

16 06 2008
Adam Sundana WeBlog

kita tak sendiri…

5 09 2008
liza

gw dah kehilangan shbt baek gw,seminggu yg lalu gara-gara kelakuan gw sendiri.
gw kenal dia dah lebih dari 2tahun hampir 3 tahun.
gw kenal dia dari sekadar kawan,teman baik,sahabat sejati n akhirnya gw kehilangan dia.
emang dulu gw suka jahil bgt,iseng n pernah bohong.ternyata dia ga suka ma sifat gw itu n gw baru sadar atas sifat n sikap gw selama ini.

gw dah berusaha berubah tapi dia ga mw lagi jadi shbt gw.
boro-boro jadi shbt,jadi teman aja dia gak mw lagi.hati gw hancur saat dia bilang itu ke gw!!!!
dia juga ga mw komunikasi lagi ma gw lewat sms or tlp.
dulu,,hampir tiap hari gw komunikasi ma dia.

gw bener sedih n hampir tiap hari gw nangis.
jujur,dia bener-bener sahabat sejati gw banget coz hampir 3 tahun gw susah,senang n sedih bareng dia.sampe hal kecil ttg gw aja dia tw semua.
dia sahabat gw yang ga ada gantinya.

banyak kenangan ma dia yang ga bisa dilupakan.
seandainya waktu bisa diputar ulang,gw ga mau nyakitin dia,jahilin dia or bohongin dia.
coba dia bisa nerima keaadaan gw n kekurangan apaadanya pasti persahabatan kita ga hancur.

jujur,gw lebih baik kehilangan nyawa gw dari pada sahabat sejati gw!!!!!!!!!!!!!!!!!!
hidup gw ga semangat lagi tanpa sahabat gw itu.
disini gw cuma bisa berdoa moga dia jadi sahabat gw lagi tuk selamannya..Amiin!!

22 09 2008
Rio

Sahabat selalu ada dimana mana… jadi, jangan bilang “kehilangan”

23 09 2008
missglasses

hal yang kaya gitu udah biasa ko terjadi di sekolah. pinter2nya aja kita tetep jaga hubungan baik kita ke mereka walopun udah ga deket lagi kaya dulu

23 10 2008
Arif

cerita itu, sama dengan cerita q di waktu smp dan sma.., bener” sama… hal itu emang menyakitkan, tp q ingat Allah, q kerjakan sunahnya, wah betapa jadi tentram’y dunia ini. . . pasca sedih kehilangan teman, beneran….!! so, amal soleh bs bikin hati kita tentram.. .

21 12 2008
junay

sma bgt crita kya we mla we lbh prah dri u skg za we msh ingat dya twa,canda,pko na sifat na dya smpe skg we blm bsa lupain dya smpe skrg nie?

skg mau buka lembaran bru lg alias dri nol,,,,,

21 12 2008
junay

lbh baik kta buka lembaran bru lg sahabat bukan dya za msh bnyak d dunia

nie??? ^_^,,,,,,,^_^,,,,,,

21 12 2008
30 12 2008
titie

gw juga pernah negerasain kehilangan sahabat………butuh waktu sebulan untuk bisa memahami apa yang seharusnya gw lakukan dan gw pikir kadang hal yang terbaik yang kita lakukan untuk orang yang kita sayangi adalah meninggalkannya pren….but so hurts !!!

8 01 2009
chocoandvanilla

alhamdulillah, sampai sekarang, saya belom ngerasain yang namanya kehilangan sahabat. soalnya masih sering sms-an dan jarang ada masalah :D

7 03 2009
iren

aku jga pernah ngerasain gmna rsanya kehilangan seorang sahabat,rasanya berat bnget untuk ngelepas seorng sahabat yang slalu ad buat kita di saat kta btuh dia,dia slalu ad buat aku tpi,skrang hanyalah hayalan bayang2 dirinya yang ad,dia slalu ad buat ak,dia slalu bntu aku,dia slalu membuat tersenyum,tertawa,dan bahagia,tpi skrang itu smua hanya kenangan yang ad dlam hdup aku,aku bru kmrin khilangan sahabat aku,smua krna msalah yang kecil,tpi knpa hrus persahabatn aku yang kyak gni,knp?????????,knpa gk dri aku yang celaka,dri pda persahatan aku yang kyak gni,……….aku ngersa aku gk bsa ngejlanin hri2 aku tnpa dia……….

10 03 2009
yudi

ya……sama, w jg bru ja khilangn sahabat w….. mank rsanya sedih bangt…,, saat w ngiget kembli masalalu w sma dya…..!!!!
air mata w jga netes klo w ngiget hari2 w yang dulu..,,,, hari2 dimana w tertawa, bercanada, berduka semua w lalui bersama diya…..!!!!
cma diya yang bener2 bisa ngrtiin prasaan w…..!!!
tpi sayang diya dah prgi jauh…, sumpah w ngearasa khilangan bangt….!!!
dan w slalu brdo’a cmoga diya bisa balik lagi ma w…
lebih baik w khilangan seorang pacar dari pada w khilangan sahabat…..!!

29 09 2009
intdastrou

Kehilangan emg sakit. Tp khilangan Tuhan lebih sakit lagi.
Saya melepaskan sahabat saya. Kita berteman udh sekitar 11 tahun.
Ada prbedaan pndpat yg buat kita jadi ‘ada jarak’.. Udh coba diperbaiki,tp tetep, keadaan gk sama kyk dulu.
Buat apa dipertahankan kalo emg udah gk seirama?

Betul kata si junay, buat lembaran baru..

Tapi, melepaskan bukan berarti melupakan. Silahturahmi tetep jalan :)

Leave a comment